<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066</id><updated>2009-11-21T00:47:16.269-08:00</updated><title type='text'>Hamiseno Family</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default?orderby=updated'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;orderby=updated'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-393018613101560626</id><published>2009-09-25T00:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T01:28:19.261-07:00</updated><title type='text'>Journey to Shanghai (China again)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Srx_F0irMAI/AAAAAAAAAnM/xn4PyAMBsYQ/s1600-h/Shanghai+Expo1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Srx_F0irMAI/AAAAAAAAAnM/xn4PyAMBsYQ/s320/Shanghai+Expo1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385318992408424450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Srx_FYAO3NI/AAAAAAAAAnE/KIgfbEIcWwI/s1600-h/Shanghai+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Srx_FYAO3NI/AAAAAAAAAnE/KIgfbEIcWwI/s320/Shanghai+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385318984747769042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf setelah lama tidak update untuk blog kami karena keterbatasan waktu dan tenaga, maka ijinkanlah kali ini untuk sedikit menorehkan kata di blog tercinta ini sehingga bisa mengurangi rasa kangen untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, Mohon maaf lahir dan batin jika selama ini banyak kesalahan dan kekhilafan yang kami lakukan, semoga kita bisa saling memaafkan ... Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada topik dengan judul di atas.&lt;br /&gt;Pada tanggal 5 September kemarin, saya mendapat tugas dari kantor untuk mengawal Exhibition lagi ke China (bulan Maret lalu ke Singapore dan Guangzhou) sedang untuk kali ini ke Shanghai untuk ikut Furniture China 2009. Hampir kesemuanya sama, tidak ada perbedaan, kecuali waktu yang saya rasakan, karena untuk kali ini adalah bertepatan di bulan Puasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan mencolok antara Guangzhou dan Shanghai, yaitu Guangzhou adalah kota industri, sedangkan Shanghai adalah kota perdagangan. Tata kotanya pun sangat berbeda. Jika Guangzhou sedikit semrawut, tetapi Shanghai lebih teratur, hanya saja masih banyak pembenahan di berbagai tempat (bahkan hampir 60% jalan dan bangunan dibangun -- menghabiskan biaya negara berapa banyak tuh ?). Di Shanghai, segalanya lebih berkesan glamour serta orang-orangnya lebih individualis ciri khas kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat datang, kami berusaha menggunakan bis airport dengan panduan dari internet yang sempat saya cari sebelum berangkat ke Shanghai. Namun ternyata harus naik taxi dari halte bis ke hotel, dan di sinilah kesulitan komunikasi yang kami bangun terjadi. Orang China tidak banyak yang bisa bahasa Inggris sedang kami tidak bisa bahasa Mandarin, jadinya ya seadanya saja komunikasinya. Hebatnya, meski tahu kami turis yang bisa saja "dikerjain", mereka tidak melakukannya. Itu bedanya dengan sopir taxi di tempat kita yang kadang malah menyasarkan kita ke tempat yang jauh agar biaya argonya menumpuk (bukan apriori, tetapi hampir sebagian besar seperti itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya di Shanghai sekitar 8 hari dan pulang lagi ke Indonesia tanggal 13 September 2009 lewat Singapore dengan menggunakan Singapore Airline. Berikut saya sampaikan beberapa gambar kenangan waktu di Shanghai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu, &lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-393018613101560626?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/393018613101560626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=393018613101560626' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/393018613101560626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/393018613101560626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2009/09/journey-to-shanghai-china-again.html' title='Journey to Shanghai (China again)'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Srx_F0irMAI/AAAAAAAAAnM/xn4PyAMBsYQ/s72-c/Shanghai+Expo1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-1798406753685646067</id><published>2009-06-21T21:08:00.001-07:00</published><updated>2009-06-21T21:19:04.577-07:00</updated><title type='text'>Nadia's Graduation</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sj8GLIoswRI/AAAAAAAAAmk/d6CvX6K7PKY/s1600-h/Wisuda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 178px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sj8GLIoswRI/AAAAAAAAAmk/d6CvX6K7PKY/s320/Wisuda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350001670705955090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali tidak pernah posting sesuatu pun, mohon maaf karena waktu saya benar-benar tersita pada pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi beserta waktu yang hanya terluang sedikit saja. Untuk postingan kali ini saya akan memberitahukan kepada para pembaca semua bahwa anak saya, Nadia, pada tanggal 13 Juni 2009 kemarin sudah diwisuda dari Playgroup dan siap untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi yaitu TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang berlangsung meriah tersebut diakhiri dengan prosesi wisuda (yang saya anggap cukup melelahkan bagi anak-anak) Wisuda tersebut berlangsung di Waterboom dan pemancingan Nusantara di Cangkiran Mijen. Ada pagelaran tari dan lagu, pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an, Drum Band, Peragaan Busana dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia yang memang aktif berlarian ke sana kemari yang sedikit membuat lelah bagi saya yang mendampingi karena harus mengejar dia ke mana pun pergi... takut nyasar...&lt;br /&gt;Namun, kami sekeluarga bersyukur ke hadirat Allah SWT karena karunia-Nya, selama ini nilai Nadia di Play Group selalu mendapatkan Bintang besar 3 kali (pencapaian tertinggi, baik dari masalah sosial, pelajaran berhitung, menggambar dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian dulu posting kami untuk hari ini, selamat berkarya bagi teman-teman blogger semua, semoga menjadi hari yang menyenangkan bagi kita semua dan berhasil dalam segala hal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-1798406753685646067?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/1798406753685646067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=1798406753685646067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/1798406753685646067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/1798406753685646067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2009/06/nadias-graduation.html' title='Nadia&apos;s Graduation'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sj8GLIoswRI/AAAAAAAAAmk/d6CvX6K7PKY/s72-c/Wisuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-4542090196009850004</id><published>2009-05-12T03:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T04:37:08.056-07:00</updated><title type='text'>My dearest Boy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sgle3-Z3qjI/AAAAAAAAAmc/ix2bXq67fHI/s1600-h/Dipta2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sgle3-Z3qjI/AAAAAAAAAmc/ix2bXq67fHI/s320/Dipta2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334899549334383154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In reference to my previous article, I have informed to all of you that my family now is happy because of my dearest boy born. Now I could provide you information about him in detail as you know that it is parent's responsibility to announce this happiness to every body who know the family as well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear readers, my boy's name is Nareswara Pradipta Wicaksana. Nareswara means King; Pradipta means shining; Wicaksana means wise and clever. As parent, we wish him could be growth as a King or leader who shines every one he knows with his clever and wise attitude. All the words are taken from ancient Javanish language which are antique to find out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear readers, as you know that he is our second child as we have Nadia already about 4 years ago. Now we need your support to dedicate our live to keep our children growing in the best environment, education and also Allah may bless us with good prosperous. Amin...&lt;br /&gt;We really need your best support to make the dream comes true as we wish through our life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalammu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-4542090196009850004?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/4542090196009850004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=4542090196009850004' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4542090196009850004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4542090196009850004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2009/05/my-dearest-boy.html' title='My dearest Boy'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sgle3-Z3qjI/AAAAAAAAAmc/ix2bXq67fHI/s72-c/Dipta2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-8265877193801320951</id><published>2009-04-24T22:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T22:45:04.021-07:00</updated><title type='text'>Welcome to the new World, my Boy !!</title><content type='html'>Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur Alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah meng-karuniai amanat kepada kami sekeluarga dengan lahirnya Putra kami tercinta dengan detail kelahiran sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir pada tanggal 10 April 2009&lt;br /&gt;Jam 01.05 WIB&lt;br /&gt;Jenis kelamin laki-laki&lt;br /&gt;Panjang 50 cm&lt;br /&gt;Berat badan 3 kgs&lt;br /&gt;Kami berikan nama Dipta (untuk lengkapnya tidak perlu saya ulas di sini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lahirnya putra tercinta ini, kami mohon segenap sahabt, teman, blogger semua mohon mendoakan kepada anak kami semoga kelak menjadi anak yang soleh, pandai, berguna bagi lingkungan, masyarakat, agama, negara dan berbakti kepada kedua orang tua... Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya sudah lengkap bagi kami untuk menimang 2 orang anak yang satu putri (Nadia) dan satunya lagi putra... Semoga dengan disertai do'a dari anda semua, harapan dan keinginan kami sebagai orang tua terwujud di kemudian hari... Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nb. Foto menyusul aja ya.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-8265877193801320951?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/8265877193801320951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=8265877193801320951' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8265877193801320951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8265877193801320951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2009/04/welcome-to-new-world-my-boy.html' title='Welcome to the new World, my Boy !!'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-4837370726226741314</id><published>2009-04-16T01:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T01:37:38.328-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan China yang pesat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sebt5xhHEeI/AAAAAAAAAmU/9A9lOgDCR6w/s1600-h/Guang+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sebt5xhHEeI/AAAAAAAAAmU/9A9lOgDCR6w/s320/Guang+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325205186212729314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sebt5xFn9qI/AAAAAAAAAmM/uYdLfgSLiAc/s1600-h/Guang+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sebt5xFn9qI/AAAAAAAAAmM/uYdLfgSLiAc/s320/Guang+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325205186097444514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke postingan baru yang masih berkisar cerita pada saat saya dinas di Guangzhou kemarin Maret 2009. Sebelumnya saya masih membayangkan bahwa di China, segala sesuatunya masih seperti dalam film-film Jacky Chan yang bisa kita jumpai sepeda dan gerobak dorong. Begitu pesawat mendarat di Canton, saya terperangah melihat desain airportnya yang begitu futuristic (meski jujur belum seperti Singapore) karena tidak sebersih di sana. Tetapi hanya satu kata yaitu Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China yang dibuka untuk dunia kisaran 20 tahun yang lalu bisa maju begitu pesat. Jalan yang digunakan adalah jalan 4 jalur yang semuanya dibuat highway tanpa ada satu pun bangunan yang dibuat seadanya. Satu hal adalah, keramaian di sana luar biasa, pada saat kita berangkat kerja maupun pulang, orang yang hilir mudik laksana di pusat keramaian kota pada saat malam minggu, dan itu berlangsung setiap hari. Meski dengan kapasitas sebanyak itu, jembatan penyeberangan tetap digunakan oleh semua orang untuk bisa melintasi jalan yang membelah kota, tidak ada yang nekad melintas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di sana begitu keras… dalam artian persaingan antar individu begitu terasa. Saya sempat belanja di supermarket pada saat jam tutup (jam 9 malam)dan saya selesai belanja jam 10.15, tetapi kasir tetap buka dengan senyuman dan melayani pembeli. Pada saat saya berada di kasir jam tsb, dibelakang saya masih ada antrian sekitar 10 orang dan saya perkirakan baru selesai jam 10.45 malam. Apakah di Indonesia pernah ada mall yang buka dan melayani sampai selarut itu ? Pasti jawabannya tidak, karena begitu jam 9, semua pembeli seakan diusir keluar dengan jalan menutup pintu mall serta kasir melayani dengan bersungut-sungut. Ada juga saya menanyakan warung makan (bukan restoran) yang buka dari jam 9 pagi dan tutup jam 2 pagi, padahal hanya warung kecil yang menjual mie dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya berpikir bahwa hidup begitu keras di China sehingga dalam 20 tahun saja perkembangannya begitu pesat. Untuk mencapai kemajuan yang begitu pesat memang harus didukung sumber daya yang kuat juga, terutama sdm-nya. Korupsi di China dulu ada di peringkat 5 besar dunia, tetapi setelah ada peraturan keras dari pemerintah untuk ditembak  beserta penyitaan hartanya, maka korusi di China berkurang drastis. Haruskah Indonesia memberlakukan peraturan seperti tsb ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu kekurangan China yaitu pola hidup masyarakatnya masih seperti pola hidup warga di Negara berkembang, tidak mau antri, mau menang sendiri dan tidak peduli lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dulu sharing saya hari ini, akan saya bahas lagi dengan masalah yang lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-4837370726226741314?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/4837370726226741314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=4837370726226741314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4837370726226741314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4837370726226741314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2009/04/perkembangan-china-yang-pesat.html' title='Perkembangan China yang pesat'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sebt5xhHEeI/AAAAAAAAAmU/9A9lOgDCR6w/s72-c/Guang+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-3829968790180486801</id><published>2009-03-14T17:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T09:17:14.082-07:00</updated><title type='text'>Kapankah RI-ku semaju negara lain ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sb57epqDCTI/AAAAAAAAAl0/ICjyXvlnld4/s1600-h/Sin%27Pore7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sb57epqDCTI/AAAAAAAAAl0/ICjyXvlnld4/s320/Sin%27Pore7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313820376852269362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sb57d4wedgI/AAAAAAAAAls/6g8hqS1iDQ4/s1600-h/Sin%27Pore5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sb57d4wedgI/AAAAAAAAAls/6g8hqS1iDQ4/s320/Sin%27Pore5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313820363725895170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu 'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk postingan kali ini saya tidak akan mengulas tentang parenting karena ada sesuatu yang lebih penting untuk kita renungkan bersama demi kejayaan bangsa...wuih.. kayaknya masalah berat ya.... Mohon jangan berpikir negatif terlebih dulu. Tetapi saya ingin kita semua berpikir tentang sesuatu yang baru dan tidak pernah kita sadari selama ini. Baru-baru ini saya mendapat tugas ke S'Pore kemudian ke China (saya tidak bermaksud riya') tetapi ada satu hal yang perlu kita renungkan bersama yang mungkin bisa menggugah kita semua untuk menyadari betapa mundurnya kita di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat saya memasuki Changi Airport, saya benar-benar terperangah, Soekarno Hatta Airport yang kita banggakan tidak secuilpun bisa menandingi Changi S'Pore. Dari segi kebersihan, ketertiban, fasilitas dan juga efisiensi mungkin hanya 10% dari pelayanan di Changi Airport. Kedua, penataan tata ruang untuk bandara pun sangat jauh berbeda. Taman yang luas dengan kebersihan yang menawan berbanding terbalik dengan bandara kita yang diselimuti banjir setiap saat. Kebersihan yang tidak semu, karena semua orang berpikir 10 kali untuk menyia-nyiakan dengan membuang sampah sembarangan yang akan di denda maks S$ 5000. Di S'Pore, dengan menggunakan MRT (Kereta api listrik) dengan fasilitas modern bisa kita nikmati dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kesadaran orang-orang dalam mendisiplinkan diri sangat tinggi (meskipun diakui individualitasnya tinggi). Anda bayangkan, pada saat saya jalan kaki untuk menyeberang, mobil yang dari jauh sudah lari dengan kecepatan tinggi, pasti mengerem di Zebra Cross (yang tidak ada lampu pengaturnya, tanpa jembatan penyeberangan-- dan tentu saja tidak ada polisi) sehingga saya bisa dengan leluasa menyeberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pengaturan hasil pajak warga untuk meningkatkan fasilitas umum sangat terasa. Dengan SBS Transit (bus umum dengan fasilitas yang wah), saya menempuh perjalanan dari satu tempat ke tempat lain dengan hanya membayar S$ 1.5 (ini untuk yang cash, jika anda menggunakan kartu berlangganan, hanya sekitar S$ 1.3-1.4) untuk jarak sekitar 20 km. Itupun tidak ada orang yang seenaknya naik turun bis di tempat yang mereka inginkan. Semua serba teratur dengan menunggu di halte. Di halte inipun disediakan informasi tentang jalur bis yang melalui halte tsb dengan selengkap-lengkapnya, termasuk harganya. Sehingga turis yang baru pertama kali ke sana pun tidak mungkin tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, angka kriminalitas di sana sangat minim, meskipun ada. Bahkan teman saya yang lahir di Jakarta dan sekarang tinggal di S'Pore mengatakan bahwa alasan dia tidak sering ke Jakarta adalah karena faktor keamanan. Nah... what's wrong with our country? Di S'Pore, banyak anak-anak remaja dengan dandanan seksi tetapi mereka dengan santainya jalan di malam hari (larut malam) tanpa merasa khawatir ada yang melakukan tindak kejahatan... Bukankah ini mencerminkan tingkat keamanan yang tinggi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan..... masih banyak lagi yang bisa saya ceritakan kepada anda, yang mungkin tidak cukup hanya dalam posting ini. Yang menjadi masalah utama adalah, Indonesia negara yang kaya akan sumber daya, tetapi kian hari tambah kian semrawut saja.... mari kita berpikir bersama, apa yang salah? Bagaimana kita bisa merubahnya? Mungkin ada hal-hal berikut yang kita harus pikirkan :&lt;br /&gt;1. Kedisiplinan diri (mari kita mulai dari hal terkecil pada diri kita untuk berdisiplin dalam segala hal, termasuk hal yang terkecil sekalipun, contoh pada saat kita membuang sampah)&lt;br /&gt;2. Pajak -- tidak pernah diselewengkan untuk kepentingan pribadi, karena orang akan berpikir seribu kali jika melakukan korupsi, hal ini karena adanya jaminan hukum yang tegas dan tidak pandang bulu.&lt;br /&gt;3. Kriminalitas -- pemerintah S'pore mengawasi setiap sudut dan kawasan kota dengan kamera sehingga bisa menekan angka kejahatan. Namun, sekali lagi kesadaran warga adalah kunci utamanya.&lt;br /&gt;4. Sistem yang diberlakukan harus tegas tanpa pandang bulu.&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi hal yang bisa kita lakukan.... mari kita renungkan bersama dan kita mulai dari diri kita sendiri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Guangzhou, March 15, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-3829968790180486801?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/3829968790180486801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=3829968790180486801' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/3829968790180486801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/3829968790180486801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2009/03/kapankah-ri-ku-semaju-negara-lain.html' title='Kapankah RI-ku semaju negara lain ?'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Sb57epqDCTI/AAAAAAAAAl0/ICjyXvlnld4/s72-c/Sin%27Pore7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-4332176585748906451</id><published>2009-01-18T17:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T18:13:43.529-08:00</updated><title type='text'>Wat su nim ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SXPhNnPCtdI/AAAAAAAAAlg/pnWTXoJm65M/s1600-h/200px-BarbieSwanLake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 303px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SXPhNnPCtdI/AAAAAAAAAlg/pnWTXoJm65M/s320/200px-BarbieSwanLake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292821611077088722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu 'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How are you guys all ? Hope everything is fine, also with all of your family. In reference to all articles about parenting which I have written last time, I usually using Indonesian Language. I hereby may need your permission to write in English. It is not because of prestige, but as I know some visitors come from abroad, so I prefer to write in English some time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next, I would like to present the article which has relationship with my previous one about visual learning. As I informed to you before that my daughter Nadia is learning alphabets and also reading using visual method like watching TV of Child education is better than we give her by old method like what we receive in school, the impact is quiet amazing. Now she could read well and speak English even not perfect. The title above has no meaning, but you could understand by reading my article below. Below was one of amazing question from her about the matters, and there are more questions after.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;She likes Barbie film very much and I gave her the CD of Barbie in English which I hope she could learn the story and also the conversation as well. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;One day, after I came home from my office, Nadia ask me with such amazing question.  The question is "wat su nim ?". First, after heard her question, I stand for a while and thinking, what did it mean ? After examine for a while, I smiled and give her the answer which I thougt it must be "What is your name ?". I gave her good explanation that she understood what is the meaning even she spoke wrong. But, here I receive one point that she understood the contect for asking some one's name.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear readers, this point which I may inform to you is strictly recommended that visual method is better than the old one like teaching in school. All parents around the world is frighten of television effect, such as Indonesian television has Sinema electronic which show so many unrealistic story and impact the bad characteristic to children. Do not blame the television, but we should be wise to use the television itself to help us in children education. Use it for educational media to support the visual learning. Buy some educational CD and use it for your children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia now is less than 4 years old, but she could understand English (just a little and even we speak in Javanese and Indonesian language for daily which I found it rarely in my environment). She could understand some sentence and the meaning from hearing the cd. I thought I could improve the pronunciation and phonetics later. It is because she learn it from TV using CD educational program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Are you interesting in this method ? Follow me in using visual method. It will produce some amazing result than before....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-4332176585748906451?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/4332176585748906451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=4332176585748906451' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4332176585748906451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4332176585748906451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2009/01/wat-su-nim.html' title='Wat su nim ?'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SXPhNnPCtdI/AAAAAAAAAlg/pnWTXoJm65M/s72-c/200px-BarbieSwanLake.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-1722000591990281058</id><published>2009-01-05T19:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T20:17:06.181-08:00</updated><title type='text'>Happy New Year 2009 and also Happy New Year 1430 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SWLY9s2qoTI/AAAAAAAAAlY/3nTWXF3gnsE/s1600-h/New+year.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 115px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SWLY9s2qoTI/AAAAAAAAAlY/3nTWXF3gnsE/s320/New+year.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288027467010449714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We, Hamiseno Family, are wishing you a prosperous new year 2009 and also new Hijriyah year 1430 H for all moslem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best whishes and hopes would be us onward&lt;br /&gt;Succesfull life would be achieved&lt;br /&gt;Happiness would be on our mind&lt;br /&gt;Fresh mind would come through our brain&lt;br /&gt;beautiful heart would be support our live&lt;br /&gt;in peace&lt;br /&gt;living in happiness....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-1722000591990281058?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/1722000591990281058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=1722000591990281058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/1722000591990281058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/1722000591990281058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2009/01/happy-new-year-2009-and-also-happy-new.html' title='Happy New Year 2009 and also Happy New Year 1430 H'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SWLY9s2qoTI/AAAAAAAAAlY/3nTWXF3gnsE/s72-c/New+year.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-1153419050071419390</id><published>2007-06-13T13:28:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T16:38:28.314-08:00</updated><title type='text'>My daughter : Nadia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Rm-AypeKCkI/AAAAAAAAAXQ/_hInNPyZ9YE/s1600-h/Image075.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Rm-AypeKCkI/AAAAAAAAAXQ/_hInNPyZ9YE/s320/Image075.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5075416912683993666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Assalamu 'alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lamanya saya mengurusi web untuk &lt;a href="http://emc06.blogspot.com/"&gt;EMC&lt;/a&gt; maka sekarang waktunya saya untuk mulai menulis web pribadi saya dengan kata-kata yang berbeda... mungkin sedikit santun....&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Waktu mulai menulis, saya bingung akan diposting apa ya web ini.. teringat anak saya yang baru nerumur 2 tahun bulan April kemarin maka untuk kesempatan kali ini ada baiknya saya perkenalkan dia pada semua.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Nadia, lengkapnya Nadiastuti Pradnya Paramita lahir pada tanggal 30 April 2005 sebagai seorang perempuan. Kami mengucapkan syukur Alhamdulillah atas karunia-Nya dan bersiap mengmban amanat yang diberikan pada kami. Sepanjang dua tahun ini, banyak hal yang lucu yang telah dilakukannya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada saat umur3 bulan Nadia sudah bisa tengkurap. Usia6 bulan dia mulai merangkak dengan gaya yang lucu sekali. Saat umur 7 bulan dia mulai berbicara, meskipun belum lancar. Kami pikir dia akan bisa berjalan terlebih dulu dari pada berbicara. Ternyata tidak. Dia lebih pandai berbicara dari pada berjalan. Nadia baru bisa berjalan pada usia 14 bulan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia anak yang aktif sekali... Soal menggambar (benang ruwet pasti)... sudah saya perkenalkan sejak umur 6 bulan. Saya belikan crayon untuk menggambar, dengan kertas. Tapi apa mau dikata, dia lebih suka menggambar di tembok ruang tamu.... akibatnya ruang tamu kami penuh dengan lukisannya. Segi positifnya, di umur 1,5 tahun, dia sudah mengetahui warna-warna yang bagi kita bukan warna dasar seperti oranye, ungu, metalik dsb.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, ya ... pada waktu usia ini, tidak sengaja saya menonton Liputan 6 di SCTV tentang cara mendidik anak untuk bisa membaca secara cepat dengan Metode Glenn Doman. Karena saya hobby selancar di internet, maka secepatnya saya mencari informasi tentang metode tersebut. Akhirnya saya mendapatkannya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dengan metode Glenn Doman tersebut, saya ajarkan anak saya membaca dan Alhamdulillah dia sekarang sudah bisa mengerti 20 kata untuk dibaca.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Demikian dulu postingan hari ini akan saya lanjutkan pada kesempatan berikutnya....&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-1153419050071419390?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/1153419050071419390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=1153419050071419390' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/1153419050071419390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/1153419050071419390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/06/my-daughter-nadia.html' title='My daughter : Nadia'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Rm-AypeKCkI/AAAAAAAAAXQ/_hInNPyZ9YE/s72-c/Image075.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-9182065589610393753</id><published>2007-06-13T20:36:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T16:38:27.874-08:00</updated><title type='text'>Mengajar anak membaca dengan Metode Glenn Doman (Part I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RnC9QpeKClI/AAAAAAAAAXY/wjk77Ecpcws/s1600-h/Image030.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RnC9QpeKClI/AAAAAAAAAXY/wjk77Ecpcws/s320/Image030.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5075764873754446418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  class="Heading11" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Assalamu 'alaikum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="Heading11" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dear all,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  class="Heading11" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Thanks for visiting my private web. Seperti yang mamanya Tiara minta, di sini akan saya ulas tentang cara mengajar membaca anak pada usia dini dengan menggunakan Metode Glenn Doman. Mungkin ada yang setuju dan ada juga yang tidak, semuanya monggo, terserah sobat-sobat semua yang mempunyai anak balita. Yang jelas, untuk Nadia anak saya sudah saya berikan pembelajaran dengan metode ini dan Alhamdulillah sudah bisa membaca 20 kata dan hapal huruf alphabet dari A-Z pada usia 2 tahun ini. Padahal, saya memulai pengajaran dengan Metode Glenn doman ini pada saat usianya 20 bulan. Jadi selama 4 bulan kemarin, perkembangan anak saya demikian pesat.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h3  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a name="114967229928013573"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sebelum mengulas masalah cara mengajar anak untuk membaca dengan Metode Glenn Doman, ada baiknya saya bahas dulu latar belakang penemu metode tersebut yaitu Dr. Glenn Doman,  seorang pendiri Institut&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;yang menangani masalah pencapaian potensial manusia &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;(The Institute for The Achievement of Human Potential) di Philadelphia dan memulai mempelopori penanganan cacat otak pada anak sejak tahun 1940. Glenn dengan institutnya telah dikenal sebagai pelopor dan berhasil dalam menangani masalah cacat otak anak. Menurutnya, otak anak, bahkan yang sudah dibedah hemisferektomi (dibuang setengah fisik otaknya) pun masih bisa mempunyai kemampuan sama dengan anak dengan otak utuh.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perkembangan fisik otak yang sangat pesat terjadi pada saat bayi lahir hingga usia 18 bulan. Jika sewaktu lahir otak anak sudah sebesar 25 persen dari otak orang dewasa (sekitar 350 gram), pada usia 18 bulan otak anak berkembang dua kali lipatnya. Otak anak terus berkembang dan pada umur enam tahun sudah mencapai 90 persen dari berat otak orang dewasa. Otak anak akan mencapai perkembangan 100 persen pada umur 18 tahun (sekitar 1,4 kilogram).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada saat kelahiran, otak bayi mengandung 100 miliar sel aktif. Ahli neurobiologi dari Universitas California Berkeley, Carla Shatz, seperti dikutip majalah Time (Februari 1997) menyebutkan, terdapat pula satu triliun sel glia (perekat) yang membentuk semacam sarang untuk melindungi dan memberi makan sel aktif itu. Bahkan, menurut ahli psikologi dari Inggris, Tony Buzan, masing-masing sel aktif itu mampu membuat 20.000 sambungan yang berbeda dengan sel-sel lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengingat kemampuan otak pada anak luar biasa maka sebagai orangtua, kita harus mampu memberi rangsangan maksimal pada otak, terutama hingga usia 18 bulan. Jika tidak dirangsang, otak anak bisa menderita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; peneliti dari Baylor College of Medicine pernah menemukan, otak anak akan mengecil 20-30 persen dari ukuran normal jika dia jarang diajak bermain atau disentuh. Praktisi Metode Glenn Doman, Irene F Mongkar, mengatakan, ”Otak anak sejak usia nol tahun, bahkan sejak dalam kandungan distimulus sehingga sel-sel otaknya berkembang dengan cepat. Makanya, ada anak berumur 2,5 tahun sudah bisa membaca buku,” ucap Irene yang pernah mengikuti kursus Better Baby di institut milik Doman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Glenn banyak menulis buku dan pedoman bagi orang tua cara mengajar anaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;'How to teach your baby to read', 'How to teach your baby math', 'How to teach your baby to be physically superb'. Dan terutama buku best sellernya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"How to give your baby encyclopedic knowledge". Dan dengan berbagai metode yang dia berikan, telah banyak orang tua yang berhasil membaca dan menghitung pada usia dini.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini benar adanya. Seperti postingan saya terdahulu, pernah ditayangkan di SCTV pada Liputan 6 pagi – dengan pembawa acara Bayu Sutiyono (sayang saya lupa tanggal tayangnya) dengan mengundang Irene F. Mongkar (Praktisi Metode Glenn Doman di Jakarta) dan salah satu anak didiknya (Dedy), di situ ditunjukkan bahwa anak tersebut (usia 2 tahun) sudah bisa membaca satu untaian kata sederhana seperti “bapak pergi ke kantor” ; “ibu pergi ke pasar” dsb, padahal berbicara pun dia belum begitu jelas. Melihat acara ini, saya benar-benar terperangah karena belum pernah saya mengetahui adanya suatu metode yang membantu anak untuk bisa membaca pada usia dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui Metode yang digunakan dalam mengajar anak membaca pada usia dini, akan saya tulis pada postingan berikutnya. Sabar dulu ya ...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Hamiseno&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Source : Liputan 6, Kompas dan IDI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-9182065589610393753?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/9182065589610393753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=9182065589610393753' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/9182065589610393753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/9182065589610393753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/06/metode-glenn-doman-part-i.html' title='Mengajar anak membaca dengan Metode Glenn Doman (Part I)'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RnC9QpeKClI/AAAAAAAAAXY/wjk77Ecpcws/s72-c/Image030.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-6213510570381192924</id><published>2007-06-14T20:29:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T16:38:27.773-08:00</updated><title type='text'>Mengajar anak membaca dengan Metode Glenn Doman (part II)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RnITfZeKCmI/AAAAAAAAAXg/bH0hu6ipCZc/s1600-h/Image026.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RnITfZeKCmI/AAAAAAAAAXg/bH0hu6ipCZc/s320/Image026.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076141160134216290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 0in 0in 12pt 45pt; text-indent: -0.25in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Assalamu 'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;Hari ini mumpung masih belum banyak pekerjaan, ada baiknya saya lanjutkan postingan untuk Metode Glenn Doman. Kemarin ada komentar dari Mbak Ati di Singapore bahwa kita seakan-akan memaksakan anak untuk segera membaca dengan Metode ini. Seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya, kita sebagai orang tua jangan sekali-kali memaksakan anak untuk selalu mengikuti kehendak kita agar supaya dia tidak merasa hidup terkekang. Kita wajib mengetahui kapan anak kita bisa diajak bermain, dan kapan dia kita arahkan untuk belajar.&lt;br /&gt;Yang perlu kita ketahui dari Metode Glenn Doman ini adalah dua faktor  sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sikap dan pendekatan orang tua. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biasakan anak membaca dengan suatu kegemaran.... bisa dibuat permainan menarik untuknya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membatasi      waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. Hentikan      permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jangan      pernah memaksa anak untuk belajar membaca tanpa kemauan dia sendiri. Alhamdulillah      anak kami Nadia mempunyai kemauan yang besar untuk belajar. Bahkan, saat      dia minta perhatian lebih dari kami (bapak, ibu dan pengasuhnya), Nadia      selalu merengek untuk belajar, baik itu belajar membaca dengan aplikasi      Glenn Doman maupun membaca huruf alphabet, bukan untuk bermain.. tentu hal      ini aneh bagi kebanyakan anak. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekarang kita menginjak hal utama dari Metode Glenn Doman. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dua cara untuk kita lakukan. Untuk posting kali ini saya mengambil sumber dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas release tanggal &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;st1:date year="2005" day="18" month="9"&gt;&lt;span style=""&gt;18 September 2005&lt;/span&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (sudah lama ya?).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan persiapan pertama adalah sebagai berikut : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 9pt; text-indent: -9pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Untuk tahap pertama, orangtua harus mempersiapkan kertas karton kaku warna putih dan spidol besar yang ujungnya rata (selebar satu sentimeter) berwarna merah. Selain itu, juga spidol ukuran 0,5 sentimeter warna hitam. Kertas karton digunting-gunting sepanjang 60 sentimeter dengan lebar 15 sentimeter, sediakan pula yang selebar 12,5 sentimeter.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 9pt; text-indent: -9pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Tuliskan kata di atas guntingan kertas karton dengan &lt;b style="font-weight: bold;"&gt;huruf kecil (bukan kapital)&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;/span&gt; huruf yang sederhana dan konsisten. Untuk tahap pertama, buatlah 15 kata di atas 15 lembar karton, dibagi menjadi tiga. Misalnya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; lembar pertama adalah nama-nama anggota keluarga (set A), lalu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; lembar kedua bertuliskan nama-nama organ tubuh (set B), sedangkan lembar ketiga bertuliskan nama-nama bunga (set C). Yang jelas, gunakan nama-nama yang tidak asing bagi dia, terutama nama benda yang sering anak jumpai setiap hari. Dengan demikian, anak akan lebih mudah mengingatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekarang kita mulai &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tahap Pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada hari pertama mengajar, orangtua hanya menunjukkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; lembar pertama (set A) kepada anak  dengan membacanya, tiga kali sehari. Pada hari kedua, tunjukkan dan bacakan set A dan set B, juga tiga kali sehari. Sementara pada hari ketiga, bacakan set A, B, dan C selama tiga kali sehari. Pada hari keempat, lakukan seperti hari ketiga. Ini dilakukan terus sampai kartu-kartu terbaca 15-25 kali. Perlu diingat bahwa urutan kata harus sama dari setiap setnya. Agar tidak terjadi kekeliruan, setiap kertas bisa diberi nomor di sebaliknya, sehingga waktu kita menunjukkannya kepada si kecil urutannya tetap sama. Misalnya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Set A : 1. Bapak ; 2. Ibu; 3. Nadia; 4. Tante; 5. Nenek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Urutan set ini tidak boleh terbalik susunannya , jadi harus urut dari nomor 1 – 5, begitu juga dengan Set B, C dsb.  Agar tidak keliru, urutannya sebaiknya diteruskan dengan no 6, 7 dst.... untuk Set B..........  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Irene mengatakan, cara membacakan kartu-kartu itu relatif mudah. Susun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; lembar kartu dan hadapkan pada anak. Jadi urutan kertasnya adalah 5-4-3-2-1. Sekali lagi urutan kertasnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;DARI BELAKANG (no 5 adalah terdepan). Ambil satu kartu dari belakang dan letakkan ke depan, begitu seterusnya sampai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; kata terbaca. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sebagai contoh : ambil kertas no 1 (dibelakang), tunjukkan tulisan (Bapak) ke si Kecil, kemudian no 4 dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;”Jangan ada penjelasan apa-apa tentang kata itu, cukup bacakan saja dengan cepat, tidak lebih dari satu detik per kartu. Jangan pula meminta anak mengulang kata-kata yang kita baca. Saat kita membaca kata itu, perhatikan wajah anak, lama-lama kita akan tahu kata mana yang disukai anak dan mana yang tidak,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; kata terbaca, orangtua bisa berhenti dan memeluk anak untuk menunjukkan kebahagiaan. Anak bisa memahami dan merasakan jika kegiatan itu membahagiakan orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 12pt 0.5in; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan cara ini, anak akan terpacu untuk “menghafal” kata-kata tersebut. Dalam jangka waktu singkat, dia akan hafal urutan kata tersebut. O, ya…. Jangan mengajari anak untuk menghafal huruf alphabet pada taraf awal ini, karena akan mengganggu stimulant otaknya. Nanti pada saat yang tepat bisa mulai kita ajarkan huruf-huruf tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekian dulu untuk kali ini, tunggu posting berikutnya….  Selamat mencobanya ... semoga bermanfaat dan berhasil guna...  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wassalam…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hamiseno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Source : Kompas, edisi 18 September 2005&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-6213510570381192924?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/6213510570381192924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=6213510570381192924' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/6213510570381192924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/6213510570381192924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/06/mengajar-anak-membaca-dengan-metode.html' title='Mengajar anak membaca dengan Metode Glenn Doman (part II)'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RnITfZeKCmI/AAAAAAAAAXg/bH0hu6ipCZc/s72-c/Image026.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-4132252805662105177</id><published>2007-07-09T03:46:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T16:38:27.533-08:00</updated><title type='text'>Nadia n Candi Jonggrang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RpIVCqSWxoI/AAAAAAAAAXw/_TXbPucTHLc/s1600-h/Image%28046%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RpIVCqSWxoI/AAAAAAAAAXw/_TXbPucTHLc/s320/Image%28046%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5085150064709912194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;Minggu ini sebenarnya sudah ada postingan yang siap untuk di upload, hanya saja belum ada waktu untuk mengeditnya... jadi ya mendingan intermezo menampilkan gambar Nadia yang barusan diajak jalan-jalan ke Yogya n mampir ke Candi Prambanan atau yang sering orang sebut Candi Roro Jonggrang.&lt;br /&gt;Candi ini dibangun di masa dinasti Rakai Pikatan...jaman Mataram Hindu kurang lebih abad 5 M (kalau salah mohon dikoreksi..) Bangunan candi tersebut sebenarnya tergolong megah, karena satu induk candi dikelilingi oleh candi-candi kecil yang bertebaran di sekelilingnya. Sayang.. candi-candi kecil tersebut sudah hancur dimakan jaman.... Bahkan di sebelah utara banyak sekali candi kecil yang oleh penduduk di situ disebut Candi sewu yang berarti Candi Seribu....&lt;br /&gt;Apalagi setelah ada bencana gempa Yogya kemarin, Candi induk dan candi pengapit yang tadinya kekar dan kokoh berdiri, kini harus disangga oleh penopang . Pengunjung candi yang dulu ada foreignernya sekarang sama sekali tidak ada... Kitapun tidak bisa masuk untuk menikmati arca di dalam candi serta reliefnya karena sudah dipagar betis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan... Sekali lagi sayang...&lt;br /&gt;Untuk fotonya, Nadia berpose bersama keponakan kami sambil mengacungkan 2 jari yang dia artikan peace... damai....&lt;br /&gt;Sekian intermezonya, lain kali disambung artikel parenting yang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-4132252805662105177?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/4132252805662105177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=4132252805662105177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4132252805662105177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4132252805662105177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/07/nadia-n-candi-jonggrang.html' title='Nadia n Candi Jonggrang'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RpIVCqSWxoI/AAAAAAAAAXw/_TXbPucTHLc/s72-c/Image%28046%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-8457787106284680055</id><published>2007-08-02T19:59:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T16:38:27.447-08:00</updated><title type='text'>Speak up in good Pronunciations</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RrKc42jyEVI/AAAAAAAAAX4/Bb8RyC7t8wo/s1600-h/Hallo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RrKc42jyEVI/AAAAAAAAAX4/Bb8RyC7t8wo/s320/Hallo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5094306629041656146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;Judul di atas kami ambil tuk postingan kali ini … beiar keren sedikit….biar sok go-international…. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Tampa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kita sadari terkadang dalam diri kita juga muncul perasaan sok-sok tersebut.. itu kalau mau jujur lho ya…. Posting kali ini saya ambil based on Nadia daily activity yang sering mengucapkan kata-kata yang cadel.. sebenarnya normal untuk anak seusia dia… Saat mengucapkan &lt;st1:place&gt;Om&lt;/st1:place&gt; Pras..menjadi O’pas… Om Ari (ari Laso) menjadi O ‘Ari… Farhan menjadi &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;Pa.&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;.Han.. dsb yang terdengar lucu di telinga kita…. Untuk rentang usia 2 tahun memang masih normal, tapi seandainya sudah menginjak 3-5 tahun, tentu bukan suatu hal yang wajar. Ini yang perlu kita deteksi sejak dini.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sayangnya, cukup sulit mendeteksi, apakah kecadelan di usia 3-5 tahun akan berlanjut terus atau tidak. Karena menyangkut sistem saraf otak yang mengatur fungsi bahasa, yakni area broca yang mengatur koordinasi alat-alat vokal dan area wernicke untuk pemahaman terhadap kata-kata. Kerusakan pada area broca disebut motor aphasiam yang membuat anak lambat bicara dan pengucapannya tak sempurna sehingga sulit dimengerti. Sedangkan kerusakan pada area wernicke disebut sensori aphasia dimana anak dapat berkata-kata tapi sulit dipahami orang lain dan dia pun sulit untuk mengerti kata-kata orang lain.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebagai orang tua, tugas kita adalah membimbing buah hati kita sebaik-baiknya, termasuk komunikasi dengan teman-teman dan lingkungannya. Cadel adalah hal yang wajar dan sepele, tetapi jika dibiarkan akan berpengaruh pada psikososialnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;MENCEGAH CADEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demi menghindari timbulnya cadel, kita wajib memberikan contoh kata-kata yang benar untuk menstimulasi vocabulary atau perbendaharaan kata-katanya dengan ucapan yang benar. Paling lambat saat anak berusia 2 tahun seperti Nadia, sebaiknya kita mulai waspada. Sering saya dengar tetangga yang mengajari anaknya dengan kata-kata yang mudah dimengerti anak (ikut-ikutan cadel) tetapi akan berpengaruh buruk bagi pelafalannya. Jangan mengganti bunyi "s" dengan "c" atau "r" dengan "l", dan lain-lain. Ini kerap dilakukan tanpa disadari oleh orang dewasa dengan alasan memudahkan. Yang paling sering adalah konsonan "R", semisal "pergi" jadi "pegi" atau "es krim" jadi "ekim". Ucapkanlah kata-kata tersebut apa adanya, sehingga anak-anak kita akan terbiasa untuk meniru…. Karena fase umur pra sekolah adalah fase meniru. Jika kita berikan yang salah, maka akan salah juga akhirnya dan berakibat sulitnya merubahnya. Hal di atas adalah pencegahan cadel, namun kalau dilihat dari latar belakangnya, cadel terjadi karena 4 penyebab, sebagai berikut :&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Kurang matangnya koordinasi bibir dan lidah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan mengucapkan kata-kata, vokal dan konsonan secara sempurna, sangat bergantung pada kematangan sistem saraf otak, terutama bagian yang mengatur koordinasi motorik otot-otot lidah. Untuk mengucapkan konsonan tertentu, seperti R, diperlukan manipulasi yang cukup kompleks antara lidah, langit-langit, dan bibir.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Solusi&lt;/span&gt; : Orangtua harus meluruskan dengan cara menuntun anak melafalkan ucapan yang benar. Tetapi ingat, orangtua tak boleh memaksakan anak harus langsung bisa, apalagi jika saat itu belum tiba waktu kematangannya untuk mampu melakukan hal tersebut. Pemaksaan hanya membuat anak jadi stres, sehingga akhirnya dia malah mogok berusaha meningkatkan kemahiran berbahasanya. Lakukan pula kerja sama dengan guru, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal.&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Kelainan fisiologis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cadel yang disebabkan kelainan fisiologis, jumlahnya sangat sedikit. Penyebabnya dibedakan menjadi 3 yakni:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Gangguan pada bagian pendengaran&lt;/span&gt; : Gangguan ini dapat berupa adanya kerusakan atau ketidaksempurnaan pada organ-organ yang terdapat di telinga, sehingga bisa memengaruhi pendengaran. Akibatnya, informasi yang diperoleh tidak lengkap sehingga berdampak pada daya tangkap dan tentunya juga memengaruhi kemampuan berbicaranya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Gangguan pada otak &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di antaranya adalah perkembangan yang terlambat, atau karena penyakit yang diderita seperti radang selaput otak, atau kejang terus-menerus. Beragam gangguan ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak sehingga berdampak pada gangguan bicara. Salah satunya adalah cadel.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Gangguan di wilayah mulut&lt;/span&gt; : Gangguan ini disebabkan adanya kelainan pada organ-organ di mulut (langit-langit, lidah, bibir, rahang, dan lain-lain). Misal, bibir sumbing, langit-langitnya terlalu tinggi, lidah yang terlalu pendek, rahang yang terlalu lebar, terlalu sempit, atau memiliki bentuk yang tidak proporsional. Namun umumnya kelainan pada organ mulut ini sangat jarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;Solusinya&lt;/span&gt; : Tergantung dari berat tidaknya gangguan yang ada. Bila penyebabnya termasuk katagori berat, maksudnya penyakitnya tak dapat disembuhkan atau kelainan organnya tak dapat dikoreksi, maka bisa menjadi cadel yang menetap. Namun bila tergolong ringan, maka cadelnya tidak menetap.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Faktor lingkungan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Misal, karena meniru orangtuanya. Banyak orangtua yang menanggapi cadel anaknya dengan kecadelan pula. Seperti yang telah saya uraikan di atas Akibatnya, malah bisa membuat anak terus berbicara cadel. Padahal saat anak belajar berbicara, ia bisa mengucapkan suatu kata tertentu karena meniru. Nah, kalau orangtua atau orang-orang yang berada di lingkungan terdekatnya berkata cadel, ia akan berpikir, itulah yang benar. Jadilah ia cadel sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;Solusi&lt;/span&gt; : Sudah saya bahas dalam pencegahan cadel. Namun, perlu diingat bahwa mengajarinya untuk tidak cadel jangan sampai dipaksakan. Berikan penghargaan bila ia kembali mampu mengucapkannya dengan baik. Jika orangtua memang cadel, mintalah orang-orang yang berada di lingkungan terdekat untuk memberikan stimulasi kepada anak.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51); font-style: italic;"&gt;Faktor psikologis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Contoh, untuk menarik perhatian orangtuanya karena kehadiran adik. Yang semula tidak cadel, tiba-tiba menjadi cadel karena mengikuti &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; berbicara adiknya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 204, 153);"&gt;Solusi&lt;/span&gt; : Tetap berikan perhatian kepadanya meskipun kita telah mempunyai baby baru. Selain itu, orangtua juga harus terus mengajak anak bicara dengan bahasa yang benar, jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demikian dulu postingan kali ini, semoga bermanfaat adanya. Jika ada kekeliruan mohon dikoreksi, karena saya baru belajar untuk menulis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Wassalam….&lt;/p&gt;Source : &lt;a href="http://www.tabloid-nakita.com/"&gt;Nakita&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-8457787106284680055?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/8457787106284680055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=8457787106284680055' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8457787106284680055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8457787106284680055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/08/speak-up-in-good-pronunciations.html' title='Speak up in good Pronunciations'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/RrKc42jyEVI/AAAAAAAAAX4/Bb8RyC7t8wo/s72-c/Hallo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-5511897685890386395</id><published>2007-09-04T21:17:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T16:38:27.174-08:00</updated><title type='text'>Maafkan saya..........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Rt487jfhzsI/AAAAAAAAAYA/GT9ykqT7-Cw/s1600-h/Nad+n+Menara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Rt487jfhzsI/AAAAAAAAAYA/GT9ykqT7-Cw/s320/Nad+n+Menara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5106586021322149570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung masih belum banyak pekerjaan, saya mau posting untuk satu hal yang penting bagi perkembangan sosial anak kita... yang mungkin terkadang tidak kita sadari... yaitu kata &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;MAAF&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Untuk kata yang satu ini, kalau kita mau jujur, mungkin sangat tabu untuk diucapkan, apalagi kata jujur itu sendiri. Saya mempunyai banyak teman dari Jerman yang terbiasa dengan kultur Eropa yang kental, mereka banyak berbicara terus terang.... kalau A dia akan berkata A. Dan jika dia melakukan kesalahan, dia akan segera minta maaf... ini sekedar intermezo saja bahwa kita yang hidup dengan budaya timur... terus terang mungkin agak sungkan untuk meminta maaf...... kecuali kalau lebaran.....he..he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke si Kecil. Kita wajib mengarahkan si kecil untuk meminta maaf secepatnya saat dia melakukan kesalahan. Dengan catatan, dia benar-benar melakukannya. Seandainya ada sebab lain yang mendorongnya, kita harus mencari tahu.... apa penyebabnya. Misalnya dia bertengkar dengan temannya (temannya yang memulai) dan si Kecil membalas, bisa kita katakan bahwa itu sudah adil, fair... meskipun tetap harus saling meminta maaf. Hal ini kita tanamkan sejak kecil agar si Kecil tidak terlalu "tenggelam" dalam rasa bersalahnya. Jika si Kecil termasuk kategori introvet, maka akan lebih sulit lagi penanganannya. Dia akan merasa tidak pernah melakukan hal-hal yang benar sehingga akan lebih cenderung hidup sendiri dalam dunianya. Kita harus menjelaskan bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kekeliruan, meskipun itu orang tua sekalipun, sehingga kesalahan bukanlah sesuatu yang buruk, justru akan menjadi pendorong kita untuk bisa maju. Ingat Thomas Alva Edison yang dianggap bodoh di kelasnya dan selalu gagal dalam percobaannya ternyata akhirnya banyak menemukan hal-hal yang berguna bagi orang lain... terutama penemuan bolam listriknya yang masih kita pakai sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Cara menjelaskan pada anak tentang kata Maaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kita arahkan si Kecil untuk meminta maaf dengan lemah lembut, bukan dengan menyuruhnya. Kata kata yang lemah lembut akan mengurangi ego si Kecil dalam bertindak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kita berikan contoh pada si Kecil untuk meminta maaf. Mungkin kita pernah melakukan kesalahan, misalnya karena harus bekerja dan pulang terlambat padahal sudah janji pada si Kecil untuk pergi atau urusan yang lain, mulailah untuk minta maaf padanya. Dengan memberi contoh, maka dia akan tahu bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan dan harus menebusnya dengan meminta maaf.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Biasakan diri dan si Kecil untuk selalu melakukannya (meminta maaf) di saat kita melakukan kesalahan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Manfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan meminta maaf, kita sudah mengurangi ego si Kecil akan kesalahan yang diperbuatnya. Dia akan tumbuh menjadi seorang yang peduli pada lingkungannya dan pandai menganalisa. Selain itu, pikirannya juga akan peka pada masalah di lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Proses analisa si Kecil akan berkembang. Dia akan pandai memisahkan hal-hal yang baik dan buruk. Selain itu, latihlah si Kecil untuk berpikir dahulu benar tidaknya sesuatu sebelum melakukannya. Dia akan terlatih untuk instropeksi diri saat melakukan kesalahan, dan tidak mengulanginya di kesempatan lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Si Kecil akan berpikir bahwa sesuatu itu tidak ada yang sempurna, apapun itu. Dengan berpikiran realistis tersebut, dia akan melakukan sesuatu dengan analisa yang kuat dan menjunjung tinggi sportivitas. Dia akan mampu menyadari bahwa semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dia akan mampu menghargai dirinya sendiri dan orang lain. Ini adalah bekal utama bagi si Kecil untuk bisa bergabung dengan lingkungannya kelak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menjadikan si Kecil sebagai seorang Pemaaf bukan Pendendam. Bukankah Rasulullah SAW mengajarkan pada kita untuk menjadi seorang pemaaf, meskipun pada musuh sekalipun ? Rasulullah SAW pernah ditimpuk batu dan diludahi oleh tetangganya pada saat melewati rumah tetangganya tersebut. Saat lewat lagi dan tidak ada orang yang meludahinya, Rasulullah SAW heran dan menanyakan ke mana si peludah tersebut. Saat beliau tahu bahwa orang tersebut sakit, maka Rasulullah menengoknya. Subhanallah.... &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semoga postingan kali ini berguna bagi kita dalam mendidik si Kecil untuk menjadi orang yang berguna kelak. Amiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : &lt;a href="http://www.tabloid-nakita.com/"&gt;Nakita&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-5511897685890386395?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/5511897685890386395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=5511897685890386395' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/5511897685890386395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/5511897685890386395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/09/maafkan-saya.html' title='Maafkan saya..........'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/Rt487jfhzsI/AAAAAAAAAYA/GT9ykqT7-Cw/s72-c/Nad+n+Menara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-8004932429534388699</id><published>2008-06-11T19:40:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T16:38:26.864-08:00</updated><title type='text'>Jumpa di tahun 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SFCP0DiG1XI/AAAAAAAAAYI/jgLVCRSPrag/s1600-h/Image089.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210822893331993970" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SFCP0DiG1XI/AAAAAAAAAYI/jgLVCRSPrag/s320/Image089.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Assalamu 'alaikum wr.wb.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dear All,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selamat pagi semuanya...... lama tidak meng-update private blog ini, sebenarnya kangen juga. Hanya waktu yang membatasi semuanya. Aktifitas bejibun yang mengurangi dan berakibat blog terbengkalai...hu...hu... sayang. Bahkan untuk minggu pun kadang masih saja beraktifitas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Untuk menghilangkan rasa kangen, saya akan memulai ngeblog lagi meski dengan hal-hal yang ringan. Istilahnya untuk snack pembuka di tahun 2008. Seperti kata Kang Megono bahwa tahun sudah berlalu 5 bulan tetapi filenya masih di tahun 2007. Maafkan saya, bukannya disengaja, tetapi karena sibuuuuuk (he..he... sampai ngeblog pun tidak sempat).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bulan Juli nanti Nadia akan memulai kehidupan baru sebagai seorang siswa, meskipun masih di Kelompok Bermain. Umurnya kan baru 3 th, tinggi 101 cm, berat 19,7 kg. Wadhuh seperti sensus anak saja ya.... Nadia memang tergolong besar di kelasnya (sering mengulas &lt;a href="http://emc06.blogspot.com/"&gt;Elok Motor Club&lt;/a&gt; sih)... Seluruh bajunya sekarang adalah baju untuk anak berusia 5 th. Jadi anda bisa membayangkan betapa jumbonya dia sekarang ini, padahal bapak ibunya kecil-kecil... sampai ada yang bertanya anaknya kerasukan gen dari mana nih......&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nadia sekarang sudah mulai kritis untuk mengkritik sesuatu yang berbeda dengan pendapatnya. Itulah yang membuat kami selaku orang tuanya sesegera mungkin memasukkan dia ke sekolah, lagi pula Nadia sendiri yang meminta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selain itu, dia juga suka bergaya. Anda bisa melihat gayanya di foto terlampir. Seperti anak yang sudah dewasa saja, padahal waktu difoto, kami tidak mengarahkannya untuk bergaya seperti tsb.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cukup sudah ngeblog kali ini, nanti kami sambung lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wassalam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-8004932429534388699?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/8004932429534388699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=8004932429534388699' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8004932429534388699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8004932429534388699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2008/06/jumpa-di-tahun-2008.html' title='Jumpa di tahun 2008'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SFCP0DiG1XI/AAAAAAAAAYI/jgLVCRSPrag/s72-c/Image089.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-8128015439253062151</id><published>2008-06-27T22:32:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T16:38:26.683-08:00</updated><title type='text'>Puzzle for Children</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SGXRt9JZAzI/AAAAAAAAAYQ/ll6LoES9wsc/s1600-h/puzzle.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SGXRt9JZAzI/AAAAAAAAAYQ/ll6LoES9wsc/s320/puzzle.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216806330816856882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama tidak mem-posting sesuatu, ingin rasanya tangan ini menulis sesuatu. Mengingat Nadia adalah sumber inspirasi kami, maka dari dia juga ide ini muncul. Kebetulan hari ini dia baru menyukai Puzzle. Suatu permainan penataan bangun yang berdasarkan pada satu gambar atau pun bentuk ruang yang bisa ditata sedemikian rupa sehingga menjadi suatu deretan atau urutan gambar atau pola tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puzzle yang paling bermanfaat adalah puzzle berbentuk kubus ataupun bentuk bangun geometri lainnya. Menurut &lt;a href="http://www.bedlampuzzles.com/bedlaminschools.asp"&gt;bedlamp puzzle&lt;/a&gt;, bentuk ini yang paling bisa memberikan banyak manfaat bagi si kecil. Tetapi, pada garis besarnya, puzzle memang bermanfaat bagi anak antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Puzzle dapat memberikan tantangan bagi anak untuk bisa memberikan suatu pemecahan masalah dan bagaimana cara mengatur dan mengatasinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anak akan bisa memberikan perhatian yang lebih lama pada suatu hal (konsentrasi) karena dia harus berpikir untuk menata puzzle tersebut dengan tidak membagi perhatian pada hal yang lain di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Si anak akan berlatih membedakan mana tugas yang penting atau mana yang bukan. Karena penyusunan puzzle memerlukan ketelitian pengaturan tersebut (jika puzzlenya berwujud gambar, dia harus mengurutkan agar puzzle tersebut tidak menjadi berantakan karena kesalahan peletakan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anak tidak akan mudah frustasi, karena setiap persoalan pasti ada jalan dengan cara berlatih puzzle ini. Ini juga bisa memberikan indikasi seperti pola mental anak kita. Jika dia mudah menyerah pada saat penataan puzzle ini, maka kita sebagai orang tua harus mulai waspada pada perkembangan mentalnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anak akan berusaha mencari jawaban dengan jalan menganalisa ataupun bergantung pada orang lain untuk memecahkan kebuntuan masalah, sehingga terjalin interaksi sosial yang baik. Ini juga bisa melatih intuisi anak untuk lebih kritis terhadap suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anak akan mulai berpikir bahwa pemecahan masalah biasanya terdiri lebih dari 5 cara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pikiran anak akan lebih rileks jika dia menghadapi masalah dengan jalan melatih ketajaman intuisi dalam puzzle ini. Dia sudah terbiasa menghadapi tekanan, maka jika dia berhasil keluar sebagai pemenang, maka akan menambah kebanggaan hatinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian banyak keuntungan atau benefit permainan puzzle. Mengapa tidak kita tingkatkan daya penalaran anak kita dengan hal-hal yang kelihatannya sepele seperti puzzle tersebut ? Toh harga sebuah puzzle juga tidak mahal ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga postingan kali ini bermanfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-8128015439253062151?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/8128015439253062151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=8128015439253062151' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8128015439253062151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8128015439253062151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2008/06/puzzle-for-children.html' title='Puzzle for Children'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SGXRt9JZAzI/AAAAAAAAAYQ/ll6LoES9wsc/s72-c/puzzle.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-5309055180035470636</id><published>2008-11-28T17:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T18:50:44.577-08:00</updated><title type='text'>Perlukah Konsistensi pada anak ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/STCt-97r-oI/AAAAAAAAAlQ/I5hE3iAEcUo/s1600-h/McKid+malu....jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/STCt-97r-oI/AAAAAAAAAlQ/I5hE3iAEcUo/s320/McKid+malu....jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273906460939254402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut lagi untuk artikel parenting bagi rekan-rekan blogger yang akan memasuki dunia baru dunia orang tua maupun sahabat yang sudah berkeluarga. Di blog ini saya desain untuk berbagi ilmu dan pengalaman tentang pendidikan anak serta hal-hal lain yang berhubungan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsistensi&lt;br /&gt;Konsistensi mengambil kata dari consistency (Inggris) yang berarti tetap, absolute. Dalam pendidikan anak, terkadang memang kita perlukan suatu konsistensi atas segala hal dari orang tua. Baik itu dalam hal disiplin, metode pengajaran, maupun penanaman akhlak anak sebagai bekal di kemudian hari. Permasalahannya, konsistensi yang seperti apakah yang harus kita terapkan pada anak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita sebagai orang tua menganggap bahwa konsistensi dalam kedisiplinan itu mutlak adanya tanpa memperhatikan beberapa efek yang mungkin terjadi akibat hal tersebut. Sebagai contoh, secara konsisten kita minta anak untuk belajar ataupun makan. Dia bisa mengerti kapan jam belajar, kapan jam makan dan sebagainya. Tetapi, kadang kita sebagai orang tua lupa untuk mendisiplinkan diri kita pada aturan yang telah kita buat, baik itu karena kesibukan ataupun karena "malas", sehingga pada saat anak sudah mulai berdisiplin, kita malah mulai kendor dalam hal tersebut. Tanpa kita sadari konsistensi yang kita bangun kita rusak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga perlu mencermati sudut pandang lain tentang konsistensi kedisiplinan anak tersebut. Perlukah konsistensi ini kita terapkan secara terus menerus. Jawabnya bisa ya bisa juga tidak. Jika kita terapkan terus menerus, kita juga harus memikirkan efeknya bagi perkembangan jiwa anak. Dengan kedisiplinan tinggi, bisa berakibat anak akan "kaku" menghadapi lingkungan sosial yang beragam. Mungkin saja bagus untuk diri dan lingkungan, tetapi dalam hal tertentu, fleksibilitas atas keanekaragaman lingkungan juga diperlukan agar dia bisa bergaul secara wajar, jangan sampai anak kita nanti dicap "aneh" karena kekakuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak kita terapkan secara konsisten, karena banyak kelonggaran, maka bisa berakibat anak akan semaunya. Sekarang tinggal kita pilih, mana yang harus kita terapkan pada anak kita. Kalau saya pribadi, akan saya terapkan 70% : 30% untuk konsistensi. Jadi 70% kita terapkan secara konsisten untuk berdisiplin dan 30% untuk kemandirian dalam lingkungan sosial. Nilai 30% ini sangat diperlukan dalam interaksi sosial si kecil dalam masyarakat. Sehingga dengan perbandingan ini, anak akan menjadi personal yang berdisiplin tetapi juga mempunyai rasa toleransi terhadap lingkungan sehingga tidak kaku dalam menghadapi permasalahan sekitarnya. Wallahu alam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamua 'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-5309055180035470636?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/5309055180035470636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=5309055180035470636' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/5309055180035470636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/5309055180035470636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2008/11/perlukah-konsistensi-pada-anak.html' title='Perlukah Konsistensi pada anak ?'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/STCt-97r-oI/AAAAAAAAAlQ/I5hE3iAEcUo/s72-c/McKid+malu....jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-6446746826613344880</id><published>2008-10-31T23:07:00.001-07:00</published><updated>2008-10-31T23:58:10.714-07:00</updated><title type='text'>Menggali potensi anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SQv93lSGprI/AAAAAAAAAlA/37wdtPEajQw/s1600-h/Picture+0084.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 220px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SQv93lSGprI/AAAAAAAAAlA/37wdtPEajQw/s320/Picture+0084.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263579720855234226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SQv93RQiVfI/AAAAAAAAAk4/bx2f6tcgR7o/s1600-h/Picture+0077.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 298px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SQv93RQiVfI/AAAAAAAAAk4/bx2f6tcgR7o/s320/Picture+0077.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263579715479950834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SQv93I-FjSI/AAAAAAAAAkw/7JfsBTWM-6A/s1600-h/Picture+0067.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 294px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SQv93I-FjSI/AAAAAAAAAkw/7JfsBTWM-6A/s320/Picture+0067.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263579713255083298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjumpaan kali ini saya akan memulai membahas korelasi antara penentuan pengajaran anak dengan hasil yang diperoleh atas anak kita melalui pengajaran tersebut. Perhatikan contoh yang nyata sebagai berikut :&lt;br /&gt;Di Christchurch, Selandia Baru, Michael Tan mampu mengerjakan ujian matematika untuk tingkat SMU di usia 7 tahun, lihat betapa mencengangkan kenyataan tersebut. Mungkin pertanyaan kita yang timbul adalah mungkin anaknya memang pandai. Itu jawaban yang pasti, tetapi pernahkah kita bertanya, bagaimana cara kita untuk bisa membuat anak kita seperti Michael Tan tersebut ? Mungkinkah ? Jawabannya SANGAT MUNGKIN. Karena, pembelajaran mandiri yang berkesinambungan dengan dukungan orang tua sebagai jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bisa menyediakan lingkungan dan peralatan yang baik untuk pelatihan mandiri, anak-anak kecil pun akan menjadi pendidik mandiri yang antusias sepanjang hidupnya. Ini dibuktikan oleh Maria Montessori, seorang dokter wanita pertama di Italia yang berhasil mengembangkan kemampuan anak-anak terbelakang berusia 3-4 tahun sehingga mampu menulis, membaca dan perhitungan dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sekarang kembali ke lingkungan kita sendiri, bagaimana dengan anak-anak kita ? Yang saya khawatirkan adalah bahwa anak-anak tersebut selalu berada di depan televisi karena sesuai dengan permasalahan yang telah pernah saya ulas, televisi adalah momok terbesar bagi pendidikan sekarang ini. Jika televisi terebut memilih program yang mendidik, mungkin anda bisa saja menolak anggapan ini, tetapi rationya berapa persenkah ada tayangan yang mendidik ? Kita wajib tahu bahwa setiap anak kita mempunyai potensi yang luar biasa, itu saja. Jangan pernah menganggap bahwa anak kita ini kurang ini atau kurang itu dsb. Dengan berpikiran positif, kita bisa menstimulasi anak kita dengan berbagai pembelajaran yang bisa mengembangkan kreatifitas dan otaknya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Professor pendidikan dari universitas chicago, Benyamin s. Bloom menemukan fakta bahwa 50% dari semua potensi hidup manusia terbentuk sejak berada dalam kandungan sampai usia 4 tahun. Kemudian 30 % potensi berikutnya terbentuk pada usia 4 – 8 tahun. Sehingga betapa mengejutkan bahwa ternyata 80% potensi dasar manusia terbentuk di rumah, justru sebelum mulai sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; Jika kita menyadari fakta-fakta ini, ada beberapa tindakan yang harus segera kita lakukan, jika memang kita ingin berubah: &lt;/div&gt; &lt;div&gt; 1. Orang tua (ayah dan ibu), harus belajar semua hal yang berhubungan dengan metoda-metoda pendidikan anak &lt;/div&gt; &lt;div&gt; Karena orang tua merupakan guru yang pertama, maka hendaklah kita selalu mengkaji pendidikan usia dini dengan cara belajar sehingga mampu menguasainya sehingga bisa kita terapkan pada pendidikan anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; 2. Mengendalikan unsur-unsur saluran bawah sadar anak kita. &lt;/div&gt;Dengan menyadari adanya unsur memori dalam otak manusia yang selalu menerima masukan apa adanya tanpa memilahnya terlebih dulu, maka hendaklah kita yang berusaha memisahkan unsur tersebut dengan memberi penjelasan secara detil kepada anak.&lt;br /&gt;3. Arahkan anak-anak kita kepada hal-hal yang baik di lingkungannya&lt;br /&gt;Meskipun tidak tertutup kemungkinan otaknya tercemar hal-hal yang buruk, namun ada baiknya kita membentenginya dengan masukan-masukan yang baik sehingga dia dengan sendirinya mampu memisahkan tanpa perlu kita awasi karena telah kita bangun fundamen atau landasan yang kuat, terutama jika kita berpijak pada agama.&lt;br /&gt;4. Kembangkan rasa percaya diri anak&lt;br /&gt;Dengan mendukungnya secara moral sehingga terbentuk kepercayaan diri yang kuat, maka anak akan lebih kuat menghadapi tekanan dari lingkungannya dari pada anak yang rendah diri.&lt;br /&gt;5. Doronglah kemauan anak untuk belajar&lt;br /&gt;Kita harus memberi contoh yang baik bahwa bukan hanya anak saja yang harus belajar, kita pun sebagai orang tua juga harus mau belajar, termasuk berbagai metode pendidikan anak shingga bisa kita tanamkan pemikiran bahwa belajar itu tidak mengenal waktu dan usia.&lt;br /&gt;6. Berikan opini yang bagus atas hasil kreatifitasnya&lt;br /&gt;Opini kita akan membentuk pengertian dasar atas penghargaan pada hasil kreatifitasnya, meskipun masih kita rasa kurang, tetapi jangan sampai kita mencemooh hasil yang telah dia lakukan karena ini akan berbahaya bagi kelangsungan rasa percaya dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dulu artikel kita kali ini semoga berguna. Jika ada kekurangan dalam tulisan ini mohon kiranya dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-6446746826613344880?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/6446746826613344880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=6446746826613344880' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/6446746826613344880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/6446746826613344880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2008/10/menggali-potensi-anak.html' title='Menggali potensi anak'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SQv93lSGprI/AAAAAAAAAlA/37wdtPEajQw/s72-c/Picture+0084.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-7933336863372438296</id><published>2008-10-07T21:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T21:56:22.667-07:00</updated><title type='text'>Minal Aidin Walfaidzin</title><content type='html'>Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://al-habib.tripod.com/"&gt;&lt;img src="http://lh4.ggpht.com/alhabib.islamic.card/SNe_xxj1ABI/AAAAAAAAAgY/bqg1xc5INTs/s800/fitr_egg.jpg" style="border: 0px none ;" alt="Islamic Greeting Card by Alhabib. Visit al-habib.tripod.com for more greeting cards like this!" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="padding-top: 5px;font-size:9;" &gt;&lt;a href="http://al-habib.tripod.com/"&gt;&lt;b&gt;Islamic Greeting Cards&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; by Alhabib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="visibility: hidden; width: 0px; height: 0px;" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyMjIzMjE5MDEzMDQmcHQ9MTIyMjMyMTkwNDU1NyZwPTIzODk4MSZkPSZuPSZnPTEmdD*mbz1kN2MyMGJiNzJkMDk*MmFkOGVjZjhkZjg5OTY4Zjk5YQ==.gif" border="0" width="0" height="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sekeluarga atas nama Hamiseno Family mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqobalallahu Minna Waminkum Minal Aidin Walfaidzin&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir Batin atas segala kesalahan dan kekhilafan kami selama ini dengan kata-kata yang mungkin kurang berkenan di hati rekan-rekan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada manusia yang sempurna dalam hal berkata dan bertindak&lt;br /&gt;Tiada pula kesempurnaan batin dan hati&lt;br /&gt;di mana insan ini tidak mau berserah diri dan menunduk&lt;br /&gt;berusaha merajut impian, menata hati dan perbuatan&lt;br /&gt;dengan berserah diri pada-Nya&lt;br /&gt;Semua harus dijalani dengan pasrah dan berserah&lt;br /&gt;dengan lapang dada&lt;br /&gt;di saat tangan terulur untuk meminta dan memberi&lt;br /&gt;satu kata yang mudah diucap&lt;br /&gt;namun sulit diikhlaskan...&lt;br /&gt;Maaf....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabilahi taufiq walhidayah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamiseno Family&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-7933336863372438296?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/7933336863372438296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=7933336863372438296' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/7933336863372438296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/7933336863372438296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2008/10/minal-aidin-walfaidzin.html' title='Minal Aidin Walfaidzin'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/alhabib.islamic.card/SNe_xxj1ABI/AAAAAAAAAgY/bqg1xc5INTs/s72-c/fitr_egg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-8645258515527457030</id><published>2008-09-16T22:11:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T22:47:12.708-07:00</updated><title type='text'>Aktifitas si Kecil...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SNCZbKW0nMI/AAAAAAAAAkA/Npgfbj0M5pY/s1600-h/Bunga3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SNCZbKW0nMI/AAAAAAAAAkA/Npgfbj0M5pY/s320/Bunga3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246862257802222786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SNCZbcRNYcI/AAAAAAAAAkI/Igqr6Dwc4dg/s1600-h/Bapak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SNCZbcRNYcI/AAAAAAAAAkI/Igqr6Dwc4dg/s320/Bapak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246862262610518466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SNCZbV4b2_I/AAAAAAAAAkQ/3fc-WZmzxt8/s1600-h/Ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SNCZbV4b2_I/AAAAAAAAAkQ/3fc-WZmzxt8/s320/Ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246862260895996914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SNCZbvzS6II/AAAAAAAAAkY/j2Xn982XL_M/s1600-h/Nadia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SNCZbvzS6II/AAAAAAAAAkY/j2Xn982XL_M/s320/Nadia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246862267853760642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama saya tidak posting, terkadang kangen juga untuk beredar di dunia maya, mengarang cerita dan berbagi rasa dengan sesama blogger yang tercinta. Sekali lagi, mumpung masih dalam suasana puasa, kami sekeluarga mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa semoga amal dan ibadah kita selama ini diterima-Nya. Semoga juga kita senantiasa bertekad untuk selalu melakukan perbuatan yang baik dan diridloi-Nya, serta senantiasa dalam lindungan-Nya... amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar intermezo, berikut akan kami sampaikan kegiatan Nadia selama ini, dengan semakin besarnya Nadia (sekarang berumur 3,4 th), Nadia sudah minta untuk ikut dalam kegiatan sekolah, meskipun hanya Playgroup. Ada beberapa hal yang menarik dari kegiatannya selama ini. Dari awal yang hanya mencorat-coret tembok rumah dengan crayon (sudah menghabiskan 3 set crayon) berupa pemandangan abstrak imaji anak, akhirnya sekarang ini berkembang menjadi gambar beraliran naturalis khas anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada orang tua yang beranggapan bahwa ekspresi anak menggambar harus disalurkan ke media yang benar, seperti pada kertas ataupun media gambar lainnya. Namun, bagi kami hal tersebut tidak berlaku (mungkin ada yang tidak setuju dengan pendapat ini). Sebagai contoh, dengna membiarkan anak berkreasi tanpa batasan media dsb, terbukti Nadia bisa mengerti (bukan menghafal) seluruh warna pada saat dia berumur 2 tahun.. dari merah, jingga (orange) sampai ungu, semua dimengertinya.. jadi bukan hanya warna-warna primer saja yaitu merah, hijau, dan kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berumur 3 tahun, Nadia kami bimbing untuk menggambar dengan berdasarkan logika. Istilahnya menggambar dengan bentuk yang proporsional. Jika menggambar orang, maka harus diberi rambut, mata, hidung, bibir, badan, kaki dsb. Jika menggambar bunga ya harus dengan tangkai dan daunnya. Dengan pelatihan ini, kami harapkan si kecil bisa mengerti bahwa segala sesuatu yang dihadapi nantinya harus diperhatikan secara detil termasuk dalam hal perencanaan. Jadi kami mengharap Nadia bisa belajar untuk mengerti secara keseluruhan (meskipun jauh dari sempurna), bukan hanya melihat sekilas. Sehingga ketergesaan yang bisa berakibat dengan kecerobohan bisa diantisipasi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal menarik yang membuat kami terkejut, yaitu kemampuan daya ingat anak yang ternyata begitu peka. Saya pernah membelikan dia CD berupa pelajaran bentuk bangun, warna, huruf dan pengenalan alam yang memberikan informasi beragam tentang hal tersebut (dalam bahasa Inggris) ternyata suatu saat yang tidak pernah saya perkirakan, Nadia bertanya kepada saya tentang warna-warna. Kemudia dia menyebutnya dalam bahasa Inggris yang kesemuanya benar. Bahkan pada saat saya bolak-balik Inggris-Indonesia maupun Indonesia-Inggris, dia bisa mengerti padan katanya. Ini hal terbaru yang merupakan pelajaran bagi anda yang mempunyai anak kecil -- &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;bahwa pelajaran visual (dari CD-TV) ternyata lebih mudah dimengerti dari pada pelajaran book oriented &lt;/span&gt;--&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bagi anda yang sudah mempunyai anak harap berhati-hati dalam menonton TV karena imbasnya sangat besar bagi kemampuan anak dalam menstimulasi otaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kami sampaikan beberapa gambar Nadia yang dicoretkannya di tembok rumah kami. Dari urutannya, yaitu Bunga, Bapak, Ibu, dan Nadia... anda mungkin akan tertawa melihat gambar tersebut, tetapi bagi kami ini merupakan Nadia's achievement terbesar yang bisa ditorehkannya dalam umur yang masih menginjak 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian posting untuk kali ini, nanti akan kami sambung lagi dengan topik yang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-8645258515527457030?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/8645258515527457030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=8645258515527457030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8645258515527457030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/8645258515527457030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2008/09/aktifitas-si-kecil.html' title='Aktifitas si Kecil...'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pelBI1BSXmQ/SNCZbKW0nMI/AAAAAAAAAkA/Npgfbj0M5pY/s72-c/Bunga3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-3324512867455245557</id><published>2007-12-27T16:51:00.000-08:00</published><updated>2007-12-27T17:32:15.655-08:00</updated><title type='text'>Toleransi terhadap anak</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bejibun pekerjaan yang dilakukan membuat kesempatan kami untuk on line menjadi semakin jarang. Tetapi meskipun demikian, setiap ada kesempatan akan selalu saya gunakan untuk membuat postingan baru yang mungkin bisa digunakan untuk "sharing" bagi sesama parents. Untuk tema kali ini saya mengambil tema &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;toleransi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata toleransi sendiri berasal dari bahasa Inggris yaitu "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;tolerate&lt;/span&gt;", kalau dalam bahasa Indonesia berarti &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;sabar menghadapi&lt;/span&gt; atau mungkin mendekati arti "&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;maklum&lt;/span&gt;" -- sepertinya kata ini juga serapan dari bahasa Arab... mohon dikoreksi kalau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi yang akan kita bahas adalah toleransi terhadap anak dalam hal aktifitasnya sehari-hari. Kita sering mendapati si kecil melakukan hal-hal yang membikin kita jengkel. Seandainya kita memarahi atau menghukum dia, terkadang kita tidak mengetahui batasan toleransi yang kita berikan untuk memberikan hukuman atau mendiamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi di sini memang berhubungan dengan batasan atau standar kita untuk tidak memberikan hukuman bagi si kecil. Jika dari awal sudah menggariskan standar toleransi, tidak mungkin kita selalu memberikan hukuman bagi si kecil. Jadi, kenakalan anak pun mempunyai skala prioritas. Toleransi anak ada dua macam, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Toleransi perbuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa memulai batasan toleransi anak agar tidak dihukum dari hal-hal yang sepele misalnya tidak mau tidur, tidak mau diam dsb, tetapi itu semua tergantung dari kita sebagai orang tua. Saya tidak berani memberikan batasan di sini, karena saya rasa toleransi masing-masing orang tua berbeda-beda (relatif). Nah, batasan akhir toleransi perbuatan adalah jika si kecil mulai melakukan perusakan, baik itu mainan ataupun perabot rumah tangga. Jika dia melakukan hal-hal tersebut, berarti kita harus memberikan teguran atau pun hukuman bagi si kecil. Lihat lagi posting tentang &lt;a href="http://hamiseno.blogspot.com/2007/11/hukuman-bagi-si-kecil.html"&gt;Hukuman&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;2. Toleransi perkataan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak sering mengungkapkan kata-kata yang tidak lazim sebagai akibat dari pergaulan dengan lingkungannya. Ini yang perlu kita waspadai, karena pengaruh lingkungan terhadap perkembangan anak sangatlah besar. Kita sebagai orang tua harus bisa memberikan batasan toleransi perkataan yang harus kita larang atau tidak diperbolehkan. Karena jika dalam hal perkataan yang jelek kita biarkan, maka tidak menutup kemungkinan itu akan berlanjut menjadi kebiasaan sampai dewasa kelak.&lt;br /&gt;Tentu kita tidak ingin diri kita sebagai orang tua dicap tidak bisa mendidik anak dengan baik hanya karena anak kita sering mengeluarkan kata-kata kasar dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk kelanjutan penanganan toleransi ini, silakan untuk membaca posting &lt;a href="http://hamiseno.blogspot.com/2007/11/hukuman-bagi-si-kecil.html"&gt;Hukuman&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dulu postingan kali ini, semoga bermanfaat selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-3324512867455245557?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/3324512867455245557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=3324512867455245557' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/3324512867455245557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/3324512867455245557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/12/toleransi-terhadap-anak.html' title='Toleransi terhadap anak'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-935425823224008793</id><published>2007-11-26T21:24:00.000-08:00</published><updated>2007-11-28T21:34:26.554-08:00</updated><title type='text'>Hukuman bagi si Kecil</title><content type='html'>Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear all,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama tidak membuat posting jadi berasa kangen......&lt;br /&gt;Untuk kali ini saya posting hal yang berhubungan dengan si kecil lagi, yaitu tentang hukuman. Seringkali kita dipusingkan tingkah anak kita entah itu karena bertingkah semau sendiri ataupun mencari perhatian kita dengan jalan melakukan hal yang tidak menyenangkan. Alhamdulillah, Nadia sampai sekarang ini tidak pernah bertingkah aneh yang bisa memusingkan kepala kedua orang tuanya. Tetapi kalau boleh saya sarankan bagi anda yang mempunyai anak yang aktif (atau terkesan nakal), harap memakluminya karena itu merupakan proses kematangan emosionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai orang tua biasanya mengharapkan hal-hal yang baik (menurut kita) dari si kecil. Inginnya mempunyai anak penurut, mudah dinasehati, tidak bertingkah aneh-aneh ataupun hal lain yang kurang menyenangkan lainnya. Jika si kecil bertingkah hal yang tidak sesuai keinginan kita atau keterlaluan, sering ada orang tua yang memberikan hukuman. Hukuman bisa membuat si kecil jera, atau malah semakin menjadi-jadi, tergantung sifat anak kita dan cara kita memberikan hukuman dan pengertiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51); font-style: italic;"&gt;Macam Hukuman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal hukuman yang bisa kita berikan pada si kecil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;a. Hukuman Non Fisik&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;Hukuman yang diberikan melalui ucapan atau tindakan kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Hukuman ucapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita menegurnya saat si Kecil melakukan kesalahan. Di sisi ini kita juga harus memberikan pengertian bahwa dia telah melakukan kesalahan. Saya ingatkan, jangan pernah menegur si Kecil dengan ucapan yang kasar. Ucapan kasar akan berpengaruh pada komunikasi sosialnya. Apalagi fase pra sekolah. Daya ingat si Kecil teramat peka pada hal-hal yang baru, sehingga kita perlu membinanya dengan memberikan contoh yang baik saja.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2. Nasehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hukuman non fisik bisa juga berarti nasehat. Jika dia melakukan kesalahan, anda bisa memberikan pengertian tentang benar salahnya, efek kesalahan tersebut, solusi menghindarinya serta cara memperbaiki sikap atas kesalahan yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;b. Hukuman Fisik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hukuman yang diberikan dengan jalan memberikan peringatan yang berhubungan dengan fisik pada si kecil, seperti menjewer, mencubit dsb. Hukuman ini harap diberikan jika si Kecil keterlaluan. Ada baiknya diberikan hukuman non fisik terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Efek Positif Hukuman fisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Si Kecil mungkin akan menuruti kita sesudah mendapatkan hukuman tersebut, namun jangan sampai intensitas hukuman fisik yang kita berikan terlalu sering, karena bisa saja dia berkeyakinan bahwa setiap kesalahan pasti berbuah hukuman. Ini sangatlah berbahaya bagi perkembangan jiwanya.&lt;br /&gt;2. Si Kecil akan merasa bahwa tindakannya benar-benar keterlaluan sehingga perlu dihukum secara fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Efek Negatif Hukuman Fisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Si Kecil bisa saja dendam pada si pemberi hukuman jika hukuman fisik diterapkan sesering mungkin pada setiap kesalahan yang dia lakukan.&lt;br /&gt;2. Si Kecil akan merasa diperlakukan tidak adil karena mendapatkan hukuman atas kesalahan yang menurutnya "biasa saja".&lt;br /&gt;3. Jika si Kecil berjiwa pemberontak, maka hukuman fisik akan membuatnya lebih tahan hukuman. Dan kemungkinan, akan berpengaruh pada hubungan sosial dengan teman-temannya. Bisa saja si Kecil melampiaskan kemarahan atas hukuman yang diterima pada teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua bentuk hukuman tersebut di atas sama pentingnya, tetapi untuk si kecil saya sarankan untuk lebih memperhatikan pada hukuman non fisik dulu. Hukuman non fisik lebih bermanfaat bagi segi kejiwaan anak. Seandainya si Kecil bertingkah "keterlaluan", setelah kita berikan hukuman non fisik berkali-kali tidak berubah --- dalam pengertian kenakalan anak, maka perlu juga sesekali kita berikan hukuman fisik. Itupun jangan sampai kebablasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang lebih sering terkena hukuman non fisik, kemudian sesekali dihukum fisik akan lebih mudah merasa bersalah dari pada anak yang sering mendapatkan hukuman fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dulu posting kali ini, semoga bermanfaat adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-935425823224008793?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/935425823224008793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=935425823224008793' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/935425823224008793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/935425823224008793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/11/hukuman-bagi-si-kecil.html' title='Hukuman bagi si Kecil'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-1834922958351563113</id><published>2007-10-23T03:29:00.000-07:00</published><updated>2007-10-23T04:02:09.576-07:00</updated><title type='text'>Fase bercerita</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna Waminkum Minal Aidin Walfaidzin, Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri 1428 H kepada segenap sahabat yang telah banyak membantu kami dengan berkunjung ke Blog ini. Mungkin selama ini banyak kesalahan yang kami perbuat melalui tulisan atau komentar yang kami lakukan secara tidak sengaja.  Kami mohon maaf lahir dan batin, semoga segala kesalahan tersebut bisa dimaafkan, termasuk lama sekali tidak membuat posting untuk sahabat semua disebabkan karena kesibukan yang tidak bisa ditunda sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 102); font-style: italic;"&gt;Pencerita Kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan kali ini akan saya ungkap tentang hobi baru Nadia yaitu senang bercerita. Saat kami ajak ke suatu tempat, entah ke Mall, ke tempat saudara, atau tempat yang lain, sesampainya di rumah pasti dia akan menceritakan segala sesuatunya kembali. Dengan lafal bocahnya (caranya bercerita selalu lucu dengan ekspresi yang membikin gemes kami), dia ceritakan semua yang menarik perhatiannya. Termasuk saat kami (orang tuanya) pulang kerja dan capek, "dipaksa" untuk mendengarkan celoteh Nadia tentang kegiatannya seharian.&lt;br /&gt;Mungkin bagi yang sudah pernah mempunyai anak kecil akan terasa menyejukkan hati kita sebagai orang tua, tetapi bagi anda yang belum pernah mengalami, mungkin hal tersebut menjemukan ...(mungkin lho)....&lt;br /&gt;Kelucuan dan keluguan Nadia tersebut bagi kami sangat menghibur untuk menanggalkan kepenatan setelah seharian bekerja. Bahkan Ibunya Nadia sering lupa makan saat mendengar celoteh Nadia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sikap kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sikap kami sebagai orang tua atas fase pencerita ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;a. Mendengarkan dengan penuh perhatian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di usia seumurnya (2-5 th), anak pasti butuh perhatian yang lebih, karena hubungan sosialnya masih berkisar di antara keluarga dan tentangga. Sehingga, kita sebagai orang tua wajib mendengarkan setiap detail ceritanya sebagai wujud perhatian kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;b. Memberikan komentar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain mendengarkan, kita juga wajib memberikan komentar atas cerita tersebut, Di sini, si kecil akan merasa "diorangkan" karena ceritanya menjadi cerita dua arah. Sehingga terwujudlah komunikasi yang lancar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;c. Membiarkannya bercerita sesuai dengan imajinasinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dari membiarkannya bercerita sesuai dengan imajinasinya adalah kita mendidik anak untuk bisa mengasah pikirannya untuk berinovasi dengan daya khayalnya. Seperti Nadia pernah menceritakan putri Salju, Badut ataupun hal lain yang mungkin terasa ganjil di waktu-waktu kita saat itu. Tetapi hendaklah kita tanggapi dengan bijak khayalannya tersebut untuk sekedar mengasah imajinasinya tersebut. Bukankah kemajuan teknologi sekarang ini tercapai karena dorongan imajinasi atau mimpi para ilmuwan terdahulu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51); font-style: italic;"&gt;Keuntungan dari Fase Pencerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Penguasaan bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan bercerita, anak bisa kita arahkan untuk menguasai bahasa yang digunakan termasuk pada lafal, tata bahasa dan penggunaan kata dalam bercerita. Biarkan dia bercerita dengan bahasanya, kemudian sedikit demi sedikit kita berikan pengarahan untuk membetulkan tata bahasanya. Ini akan melatih penguasaan bahasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;2. Memperluas pandangan sosial anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan bercerita, kita memberikan kesempatan si kecil untuk memperluas pandangan sosialnya. Pasti dia bercerita atas dasar pengalaman yang telah diperolehnya, entah dari tetangga, teman, TV ataupun sumber-sumber yang lain. Dengan membiarkannya bercerita, maka kita telah memperluas pandangannya, bukan hanya di seputar rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;3. Menghilangkan sifat Introvet anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak anak yang bersifat introvet karena tidak diberikan kesempatan untuk bercerita di hadapan orang tuanya. Dengan membiarkannya bercerita, kita bangun kepercayaan dirinya untuk mengungkapkan semua hal yang ada di pikirannya, sehingga kecenderungan introvet si kecil bisa terkikis sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak lagi keuntungan lain yang kita peroleh dari si kecil yang melalui fas pencerita ini. Jika anak anda pendiam, ada baiknya anda pancing untuk melakukan komunikasi dengan orang lain baik itu orang tua, pengasuh, tetangga ataupun yang lainnya. Semoga artikel ini berguna bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-1834922958351563113?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/1834922958351563113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=1834922958351563113' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/1834922958351563113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/1834922958351563113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/10/fase-bercerita.html' title='Fase bercerita'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-5237498903111855148</id><published>2007-09-26T22:13:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T02:16:31.872-07:00</updated><title type='text'>Ngerjain PR</title><content type='html'>Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lama nggak ngeblog, makanya sedikit kuper ..... waktu ngebuka shoutbox terlihat ada comment dari &lt;a href="http://aurarosena.blogspot.com/"&gt;Aura&lt;/a&gt; tentang PR yang harus dikerjakan..... pertama kalinya bingung ... PR apa ya... Kupikir adalah PR sekolah, soalnya Aura masih sekolah, ternyata bukan....he..he....&lt;br /&gt;Pada waktu blog walking, ternyata demam bikin PR ini juga melanda seluruh sohib blogger lainnya... jadi begitu ya..... OK lah, biar bisa mendekatkan diri dengan para sahabat, akan saya ungkap 8 hal tentang saya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;1. Suka Touring &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baik dengan family maupun temen-temen. Dulu waktu kuliah juga pernah touring berempat keliling Jawa Tengah. Eh... waktu sudah berkeluarga, hobby ini masih berlanjut, lingkungan yang mendukung, soalnya bapak-bapak di tempatku sebaya semua yang kebetulan suka touring pakai motor. Karena itu kami membentuk &lt;a style="color: rgb(255, 255, 0);" href="http://emc06.blogspot.com/"&gt;EMC&lt;/a&gt; ... mungkin sudah banyak yang tahu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;2. Suka humor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Humor perlu kita lakukan untuk menghilangkan stress setelah bekerja atau sekolah seharian. Kita bukanlah robot yang hanya bekerja dan mencari uang.  Asal humor yang dilakukan tidak humor yang kelewatan alias suka menyinggung teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;3. Tidak begitu suka ngemall&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dulu pernah sering ngemall pada waktu masih kuliah, tetapi lama-lam kok bosen ya.. akhirnya sesekali saja. itu pun pada hari libur minggu atau kalau pas kepengin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;4. Suka bikin puisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itu dulu.... apalagi pada waktu pacaran (he..he...). Tahu-tahu kalimat yang mendayu-dayu membubung tinggi ke angkasa dari pikiran yang muter tidak karuan. Tangan mengambil pena dan mengguratkan tarian di atas kertas..... sayang sekarang sudah jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;5. Suka usil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau sifat ini mungkin bawaan dari bayi. Soalnya di kantor kalau pas tidak banyak kerjaan juga suka ngerjain temen-temen.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;6. Suka organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini hobby yang barusan saja. Pada waktu sekolah (SMP dan SMA) dulu, tidak pernah yang namanya ikut organisasi... orang ngomong di depang kelas saja lutut gemetaran, peluh membanjir dan tahu-tahu radang tenggorokan alias panas dingin. Tetapi begitu kuliah.... tahu-tahu keinginan tersebut muncul, bahkan pernah jadi Wakil Ketua Senat, pernah juga menjadi ketua RW periode tahun kemarin ...nah..lho... Padahal usiaku waktu itu paling muda di antara bapak-bapak yang lain. Aneh khan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;7. Malas dengan segala hal yang rutin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini sifat yang paling ku benci. Padahal kalau bekerja atau sekolah, khan kita harus bergulat dengan rutinitas, makanya terkadang aku suka membikin terobosan (atau ulah ya ?) untuk nelakukan sesuatu yang ada di luar jalur.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;8. Suka Corat coret gambar kartun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini hobby sejak kecil, lagian sekarang juga didukung oleh Nadia yang selalu ingin dibuatkan gambar badut, burung,dll .....cuman nggak begitu bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau mencari temen2 yang belum mendapat jatah pr kayaknya kok sudah semua, jadi ya terpaksa dipending aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kutipan dari blognya &lt;a href="http://aurarosena.blogspot.com/"&gt;Aura&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;Jangan lupa tulis rules di bawah ini ya...&lt;br /&gt;1. Each blogger must post these rules&lt;br /&gt;2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves&lt;br /&gt;3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.&lt;br /&gt;4. Don't forget to leave them a comment telling them they've been tagged and to read your blog.&lt;br /&gt;Home works is done, now is your turn my buddies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to Aura.... PR ku sudah dikerjakan.. silahkan beri penilaian....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-5237498903111855148?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/5237498903111855148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=5237498903111855148' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/5237498903111855148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/5237498903111855148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/09/ngerjain-pr.html' title='Ngerjain PR'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2059271759590377066.post-4570265974499498224</id><published>2007-09-24T22:14:00.000-07:00</published><updated>2007-09-25T03:14:52.904-07:00</updated><title type='text'>Puasa ........</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear All,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali tidak posting nih.... Kangen juga rasanya. Rencana puasa posting yang satu minggu tertunda menjadi hampir 2 mingguan.... kasihan pada para sahabat blogger yang berkunjung....&lt;br /&gt;Posting kali ini pun sempat bingung akan memasukkan ide apa ya di dalamnya.... mengingat ini masih bulan puasa, ada baiknya saya buka saja lembaran pengantar puasa bagi si kecil ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Puasa&lt;br /&gt;Puasa di bulan Romadhon kita banyak yang tahu wajib hukumnya bagi orang-orang yang beriman seperti yang sudah sering kita dengar di kultum dan khotbah (selalu di singgung di saat menjelang, menjalani bahkan akhir puasa) dari Surat Al Baqoroh : 183 bahwa kita (yang beriman) diwajibkan untuk berpuasa seperti para leluhur kita agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Saya tidak akan membahas tentang puasa dan korelasinya di sini dengan ayat tersebut (takut kalau salah...) tetapi lebih pada aplikasinya pada si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian bagi si Kecil&lt;br /&gt;Sebagai muslim, kita wajib menanamkan sejak dini arti puasa, hukum dan manfaatnya bagi tubuh kita. Sudah banyak disinggung di berbagai artikel tentang manfaat puasa, dari segi kesehatan maupun manfaatnya untuk mengatur metabolisme tubuh. Tetapi pengertian ini akan menyulitkan pemahaman si kecil seandainya kita berikan pengertian layaknya anak yang sudah beranjak dewasa. Ada baiknya kita berikan bahwa puasa itu wajib dijalankan oleh kita atas perintah Allah SWT. Meskipun wajib, kita tidak boleh memaksanya untuk berpuasa dengan waktu yang seharusnya dilaksanakan. Berikan pengertian bahwa untuk anak kecil, puasa itu sekuatnya saja. Meskipun begitu, kita harus melatihnya untuk meningkatkan kualitas puasanya baik itu dari waktunya maupun pengekangan emosi (bukankah puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlatih puasa&lt;br /&gt;Nadia selalu ikut bangun pada waktu makan sahur, meskipun kompensasinya tidur paginya lebih panjang menjadi sekitar jam 10 baru bangun. Tanpa memaksanya dia selalu bangun untuk ikut bersahur. Mungkin latihan ini bisa membuatnya mengetahui waktu sahur dan berbuka.&lt;br /&gt;Kita berikan contoh untuk melaksanakan puasa bagi si kecil dengan berpuasa secara komplet. Kita coba mengajaknya berpuasa dari subuh sampai jam 10, kemudian ditingkatkan lagi di hari berikutnya menjadi jam 11 dan seterusnya. Insya Allah dengan latihan tersebut anak kita akan terbiasa berpuasa jika dia sudah kuat puasa kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah mengerti&lt;br /&gt;Jika anak kita berpuasa tetapi tidak sesuai dengan kehendak kita, jangan pernah memaksakannya. Cobalah untuk mengerti, mungkin saja dia terpengaruh teman-temannya atau juga memang tidak kuat. Galilah penyebab ketidak mampuannya berpuasa. Tetapi sesuai dengan perkembangan umurnya, saat dia sudah berumur 7 tahun, maka wajiblah dia untuk berpuasa secara lengkap seperti wajib pula bagi dia untuk melaksanakan sholat wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa berarti mengekang diri&lt;br /&gt;Pengekangan diri adalah hal tersulit bagi kita untuk dilaksanakan. Bukan hanya untuk anak kecil, bahkan kita pun secara tidak sadar akan mungkin lepas kontrol, apalagi pada saat puasa. Saat perut lapar, haemoglobine turun, energi tubuh ditimbulkan oleh pembakaran sisa lemak tubuh, sehingga badan terasa lemah, panas dan mudah emosi, maka tidaklah heran jika kita mudah emosi. Di sinilah seni puasa tersebut. Jika kita berhasil mengendalikan emosi maka berarti kita telah lulus ujian selama satu kali. Cobalah memberikan penjelasan yang mudah pada si kecil untuk tidak cepat marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah&lt;br /&gt;Mungkin hal terakhir ini perlu kita berikan pada si kecil agar dia mau berpuasa secara utuh. Dengan pemberian hadiah, mungkin dia akan terpacu untuk berpuasa. Bukankah kita sering melakukannya (membelikan dia baju baru saat lebaran tiba) ? Anggap saja hadiah tersebut hadiah Lebaran meskipun terkesan sebagai hadiah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah.. jadi panjang lebar ya postingan kali ini .... Semoga berguna bagi kita semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2059271759590377066-4570265974499498224?l=hamiseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamiseno.blogspot.com/feeds/4570265974499498224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=2059271759590377066&amp;postID=4570265974499498224' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4570265974499498224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2059271759590377066/posts/default/4570265974499498224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamiseno.blogspot.com/2007/09/puasa.html' title='Puasa ........'/><author><name>hamiseno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09851859745215544855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='09220764186622345210'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>