Dear All,
Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Bejibun pekerjaan yang dilakukan membuat kesempatan kami untuk on line menjadi semakin jarang. Tetapi meskipun demikian, setiap ada kesempatan akan selalu saya gunakan untuk membuat postingan baru yang mungkin bisa digunakan untuk "sharing" bagi sesama parents. Untuk tema kali ini saya mengambil tema toleransi.
Kata toleransi sendiri berasal dari bahasa Inggris yaitu "tolerate", kalau dalam bahasa Indonesia berarti sabar menghadapi atau mungkin mendekati arti "maklum" -- sepertinya kata ini juga serapan dari bahasa Arab... mohon dikoreksi kalau salah.
Toleransi yang akan kita bahas adalah toleransi terhadap anak dalam hal aktifitasnya sehari-hari. Kita sering mendapati si kecil melakukan hal-hal yang membikin kita jengkel. Seandainya kita memarahi atau menghukum dia, terkadang kita tidak mengetahui batasan toleransi yang kita berikan untuk memberikan hukuman atau mendiamkannya.
Toleransi di sini memang berhubungan dengan batasan atau standar kita untuk tidak memberikan hukuman bagi si kecil. Jika dari awal sudah menggariskan standar toleransi, tidak mungkin kita selalu memberikan hukuman bagi si kecil. Jadi, kenakalan anak pun mempunyai skala prioritas. Toleransi anak ada dua macam, yaitu :
1. Toleransi perbuatan
Kita bisa memulai batasan toleransi anak agar tidak dihukum dari hal-hal yang sepele misalnya tidak mau tidur, tidak mau diam dsb, tetapi itu semua tergantung dari kita sebagai orang tua. Saya tidak berani memberikan batasan di sini, karena saya rasa toleransi masing-masing orang tua berbeda-beda (relatif). Nah, batasan akhir toleransi perbuatan adalah jika si kecil mulai melakukan perusakan, baik itu mainan ataupun perabot rumah tangga. Jika dia melakukan hal-hal tersebut, berarti kita harus memberikan teguran atau pun hukuman bagi si kecil. Lihat lagi posting tentang Hukuman.
2. Toleransi perkataan
Anak sering mengungkapkan kata-kata yang tidak lazim sebagai akibat dari pergaulan dengan lingkungannya. Ini yang perlu kita waspadai, karena pengaruh lingkungan terhadap perkembangan anak sangatlah besar. Kita sebagai orang tua harus bisa memberikan batasan toleransi perkataan yang harus kita larang atau tidak diperbolehkan. Karena jika dalam hal perkataan yang jelek kita biarkan, maka tidak menutup kemungkinan itu akan berlanjut menjadi kebiasaan sampai dewasa kelak.
Tentu kita tidak ingin diri kita sebagai orang tua dicap tidak bisa mendidik anak dengan baik hanya karena anak kita sering mengeluarkan kata-kata kasar dsb.
Nah untuk kelanjutan penanganan toleransi ini, silakan untuk membaca posting Hukuman.
Demikian dulu postingan kali ini, semoga bermanfaat selalu.
Wassalam
Thursday, December 27, 2007
Monday, November 26, 2007
Hukuman bagi si Kecil
Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Dear all,
Lama tidak membuat posting jadi berasa kangen......
Untuk kali ini saya posting hal yang berhubungan dengan si kecil lagi, yaitu tentang hukuman. Seringkali kita dipusingkan tingkah anak kita entah itu karena bertingkah semau sendiri ataupun mencari perhatian kita dengan jalan melakukan hal yang tidak menyenangkan. Alhamdulillah, Nadia sampai sekarang ini tidak pernah bertingkah aneh yang bisa memusingkan kepala kedua orang tuanya. Tetapi kalau boleh saya sarankan bagi anda yang mempunyai anak yang aktif (atau terkesan nakal), harap memakluminya karena itu merupakan proses kematangan emosionalnya.
Kita sebagai orang tua biasanya mengharapkan hal-hal yang baik (menurut kita) dari si kecil. Inginnya mempunyai anak penurut, mudah dinasehati, tidak bertingkah aneh-aneh ataupun hal lain yang kurang menyenangkan lainnya. Jika si kecil bertingkah hal yang tidak sesuai keinginan kita atau keterlaluan, sering ada orang tua yang memberikan hukuman. Hukuman bisa membuat si kecil jera, atau malah semakin menjadi-jadi, tergantung sifat anak kita dan cara kita memberikan hukuman dan pengertiannya.
Macam Hukuman
Ada dua hal hukuman yang bisa kita berikan pada si kecil :
a. Hukuman Non Fisik :
Hukuman yang diberikan melalui ucapan atau tindakan kita.
1. Hukuman ucapan
Kita menegurnya saat si Kecil melakukan kesalahan. Di sisi ini kita juga harus memberikan pengertian bahwa dia telah melakukan kesalahan. Saya ingatkan, jangan pernah menegur si Kecil dengan ucapan yang kasar. Ucapan kasar akan berpengaruh pada komunikasi sosialnya. Apalagi fase pra sekolah. Daya ingat si Kecil teramat peka pada hal-hal yang baru, sehingga kita perlu membinanya dengan memberikan contoh yang baik saja.
2. Nasehat
Hukuman non fisik bisa juga berarti nasehat. Jika dia melakukan kesalahan, anda bisa memberikan pengertian tentang benar salahnya, efek kesalahan tersebut, solusi menghindarinya serta cara memperbaiki sikap atas kesalahan yang telah dilakukan.
b. Hukuman Fisik :
Hukuman yang diberikan dengan jalan memberikan peringatan yang berhubungan dengan fisik pada si kecil, seperti menjewer, mencubit dsb. Hukuman ini harap diberikan jika si Kecil keterlaluan. Ada baiknya diberikan hukuman non fisik terlebih dahulu.
Efek Positif Hukuman fisik
1. Si Kecil mungkin akan menuruti kita sesudah mendapatkan hukuman tersebut, namun jangan sampai intensitas hukuman fisik yang kita berikan terlalu sering, karena bisa saja dia berkeyakinan bahwa setiap kesalahan pasti berbuah hukuman. Ini sangatlah berbahaya bagi perkembangan jiwanya.
2. Si Kecil akan merasa bahwa tindakannya benar-benar keterlaluan sehingga perlu dihukum secara fisik.
Efek Negatif Hukuman Fisik
1. Si Kecil bisa saja dendam pada si pemberi hukuman jika hukuman fisik diterapkan sesering mungkin pada setiap kesalahan yang dia lakukan.
2. Si Kecil akan merasa diperlakukan tidak adil karena mendapatkan hukuman atas kesalahan yang menurutnya "biasa saja".
3. Jika si Kecil berjiwa pemberontak, maka hukuman fisik akan membuatnya lebih tahan hukuman. Dan kemungkinan, akan berpengaruh pada hubungan sosial dengan teman-temannya. Bisa saja si Kecil melampiaskan kemarahan atas hukuman yang diterima pada teman-temannya.
Kedua bentuk hukuman tersebut di atas sama pentingnya, tetapi untuk si kecil saya sarankan untuk lebih memperhatikan pada hukuman non fisik dulu. Hukuman non fisik lebih bermanfaat bagi segi kejiwaan anak. Seandainya si Kecil bertingkah "keterlaluan", setelah kita berikan hukuman non fisik berkali-kali tidak berubah --- dalam pengertian kenakalan anak, maka perlu juga sesekali kita berikan hukuman fisik. Itupun jangan sampai kebablasan.
Anak yang lebih sering terkena hukuman non fisik, kemudian sesekali dihukum fisik akan lebih mudah merasa bersalah dari pada anak yang sering mendapatkan hukuman fisik.
Itu dulu posting kali ini, semoga bermanfaat adanya.
Wassalam...
Dear all,
Lama tidak membuat posting jadi berasa kangen......
Untuk kali ini saya posting hal yang berhubungan dengan si kecil lagi, yaitu tentang hukuman. Seringkali kita dipusingkan tingkah anak kita entah itu karena bertingkah semau sendiri ataupun mencari perhatian kita dengan jalan melakukan hal yang tidak menyenangkan. Alhamdulillah, Nadia sampai sekarang ini tidak pernah bertingkah aneh yang bisa memusingkan kepala kedua orang tuanya. Tetapi kalau boleh saya sarankan bagi anda yang mempunyai anak yang aktif (atau terkesan nakal), harap memakluminya karena itu merupakan proses kematangan emosionalnya.
Kita sebagai orang tua biasanya mengharapkan hal-hal yang baik (menurut kita) dari si kecil. Inginnya mempunyai anak penurut, mudah dinasehati, tidak bertingkah aneh-aneh ataupun hal lain yang kurang menyenangkan lainnya. Jika si kecil bertingkah hal yang tidak sesuai keinginan kita atau keterlaluan, sering ada orang tua yang memberikan hukuman. Hukuman bisa membuat si kecil jera, atau malah semakin menjadi-jadi, tergantung sifat anak kita dan cara kita memberikan hukuman dan pengertiannya.
Macam Hukuman
Ada dua hal hukuman yang bisa kita berikan pada si kecil :
a. Hukuman Non Fisik :
Hukuman yang diberikan melalui ucapan atau tindakan kita.
1. Hukuman ucapan
Kita menegurnya saat si Kecil melakukan kesalahan. Di sisi ini kita juga harus memberikan pengertian bahwa dia telah melakukan kesalahan. Saya ingatkan, jangan pernah menegur si Kecil dengan ucapan yang kasar. Ucapan kasar akan berpengaruh pada komunikasi sosialnya. Apalagi fase pra sekolah. Daya ingat si Kecil teramat peka pada hal-hal yang baru, sehingga kita perlu membinanya dengan memberikan contoh yang baik saja.
2. Nasehat
Hukuman non fisik bisa juga berarti nasehat. Jika dia melakukan kesalahan, anda bisa memberikan pengertian tentang benar salahnya, efek kesalahan tersebut, solusi menghindarinya serta cara memperbaiki sikap atas kesalahan yang telah dilakukan.
b. Hukuman Fisik :
Hukuman yang diberikan dengan jalan memberikan peringatan yang berhubungan dengan fisik pada si kecil, seperti menjewer, mencubit dsb. Hukuman ini harap diberikan jika si Kecil keterlaluan. Ada baiknya diberikan hukuman non fisik terlebih dahulu.
Efek Positif Hukuman fisik
1. Si Kecil mungkin akan menuruti kita sesudah mendapatkan hukuman tersebut, namun jangan sampai intensitas hukuman fisik yang kita berikan terlalu sering, karena bisa saja dia berkeyakinan bahwa setiap kesalahan pasti berbuah hukuman. Ini sangatlah berbahaya bagi perkembangan jiwanya.
2. Si Kecil akan merasa bahwa tindakannya benar-benar keterlaluan sehingga perlu dihukum secara fisik.
Efek Negatif Hukuman Fisik
1. Si Kecil bisa saja dendam pada si pemberi hukuman jika hukuman fisik diterapkan sesering mungkin pada setiap kesalahan yang dia lakukan.
2. Si Kecil akan merasa diperlakukan tidak adil karena mendapatkan hukuman atas kesalahan yang menurutnya "biasa saja".
3. Jika si Kecil berjiwa pemberontak, maka hukuman fisik akan membuatnya lebih tahan hukuman. Dan kemungkinan, akan berpengaruh pada hubungan sosial dengan teman-temannya. Bisa saja si Kecil melampiaskan kemarahan atas hukuman yang diterima pada teman-temannya.
Kedua bentuk hukuman tersebut di atas sama pentingnya, tetapi untuk si kecil saya sarankan untuk lebih memperhatikan pada hukuman non fisik dulu. Hukuman non fisik lebih bermanfaat bagi segi kejiwaan anak. Seandainya si Kecil bertingkah "keterlaluan", setelah kita berikan hukuman non fisik berkali-kali tidak berubah --- dalam pengertian kenakalan anak, maka perlu juga sesekali kita berikan hukuman fisik. Itupun jangan sampai kebablasan.
Anak yang lebih sering terkena hukuman non fisik, kemudian sesekali dihukum fisik akan lebih mudah merasa bersalah dari pada anak yang sering mendapatkan hukuman fisik.
Itu dulu posting kali ini, semoga bermanfaat adanya.
Wassalam...
Tuesday, October 23, 2007
Fase bercerita
Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Dear All,
Taqobalallahu minna Waminkum Minal Aidin Walfaidzin, Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri 1428 H kepada segenap sahabat yang telah banyak membantu kami dengan berkunjung ke Blog ini. Mungkin selama ini banyak kesalahan yang kami perbuat melalui tulisan atau komentar yang kami lakukan secara tidak sengaja. Kami mohon maaf lahir dan batin, semoga segala kesalahan tersebut bisa dimaafkan, termasuk lama sekali tidak membuat posting untuk sahabat semua disebabkan karena kesibukan yang tidak bisa ditunda sama sekali.
Pencerita Kecil
Postingan kali ini akan saya ungkap tentang hobi baru Nadia yaitu senang bercerita. Saat kami ajak ke suatu tempat, entah ke Mall, ke tempat saudara, atau tempat yang lain, sesampainya di rumah pasti dia akan menceritakan segala sesuatunya kembali. Dengan lafal bocahnya (caranya bercerita selalu lucu dengan ekspresi yang membikin gemes kami), dia ceritakan semua yang menarik perhatiannya. Termasuk saat kami (orang tuanya) pulang kerja dan capek, "dipaksa" untuk mendengarkan celoteh Nadia tentang kegiatannya seharian.
Mungkin bagi yang sudah pernah mempunyai anak kecil akan terasa menyejukkan hati kita sebagai orang tua, tetapi bagi anda yang belum pernah mengalami, mungkin hal tersebut menjemukan ...(mungkin lho)....
Kelucuan dan keluguan Nadia tersebut bagi kami sangat menghibur untuk menanggalkan kepenatan setelah seharian bekerja. Bahkan Ibunya Nadia sering lupa makan saat mendengar celoteh Nadia ini.
Sikap kita
Sikap kami sebagai orang tua atas fase pencerita ini adalah :
a. Mendengarkan dengan penuh perhatian
Di usia seumurnya (2-5 th), anak pasti butuh perhatian yang lebih, karena hubungan sosialnya masih berkisar di antara keluarga dan tentangga. Sehingga, kita sebagai orang tua wajib mendengarkan setiap detail ceritanya sebagai wujud perhatian kita.
b. Memberikan komentar
Selain mendengarkan, kita juga wajib memberikan komentar atas cerita tersebut, Di sini, si kecil akan merasa "diorangkan" karena ceritanya menjadi cerita dua arah. Sehingga terwujudlah komunikasi yang lancar.
c. Membiarkannya bercerita sesuai dengan imajinasinya
Keuntungan dari membiarkannya bercerita sesuai dengan imajinasinya adalah kita mendidik anak untuk bisa mengasah pikirannya untuk berinovasi dengan daya khayalnya. Seperti Nadia pernah menceritakan putri Salju, Badut ataupun hal lain yang mungkin terasa ganjil di waktu-waktu kita saat itu. Tetapi hendaklah kita tanggapi dengan bijak khayalannya tersebut untuk sekedar mengasah imajinasinya tersebut. Bukankah kemajuan teknologi sekarang ini tercapai karena dorongan imajinasi atau mimpi para ilmuwan terdahulu ?
Keuntungan dari Fase Pencerita
1. Penguasaan bahasa
Dengan bercerita, anak bisa kita arahkan untuk menguasai bahasa yang digunakan termasuk pada lafal, tata bahasa dan penggunaan kata dalam bercerita. Biarkan dia bercerita dengan bahasanya, kemudian sedikit demi sedikit kita berikan pengarahan untuk membetulkan tata bahasanya. Ini akan melatih penguasaan bahasanya.
2. Memperluas pandangan sosial anak
Dengan bercerita, kita memberikan kesempatan si kecil untuk memperluas pandangan sosialnya. Pasti dia bercerita atas dasar pengalaman yang telah diperolehnya, entah dari tetangga, teman, TV ataupun sumber-sumber yang lain. Dengan membiarkannya bercerita, maka kita telah memperluas pandangannya, bukan hanya di seputar rumahnya.
3. Menghilangkan sifat Introvet anak
Banyak anak yang bersifat introvet karena tidak diberikan kesempatan untuk bercerita di hadapan orang tuanya. Dengan membiarkannya bercerita, kita bangun kepercayaan dirinya untuk mengungkapkan semua hal yang ada di pikirannya, sehingga kecenderungan introvet si kecil bisa terkikis sedikit demi sedikit.
Mungkin masih banyak lagi keuntungan lain yang kita peroleh dari si kecil yang melalui fas pencerita ini. Jika anak anda pendiam, ada baiknya anda pancing untuk melakukan komunikasi dengan orang lain baik itu orang tua, pengasuh, tetangga ataupun yang lainnya. Semoga artikel ini berguna bagi kita semua.
Wassalam..
Dear All,
Taqobalallahu minna Waminkum Minal Aidin Walfaidzin, Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri 1428 H kepada segenap sahabat yang telah banyak membantu kami dengan berkunjung ke Blog ini. Mungkin selama ini banyak kesalahan yang kami perbuat melalui tulisan atau komentar yang kami lakukan secara tidak sengaja. Kami mohon maaf lahir dan batin, semoga segala kesalahan tersebut bisa dimaafkan, termasuk lama sekali tidak membuat posting untuk sahabat semua disebabkan karena kesibukan yang tidak bisa ditunda sama sekali.
Pencerita Kecil
Postingan kali ini akan saya ungkap tentang hobi baru Nadia yaitu senang bercerita. Saat kami ajak ke suatu tempat, entah ke Mall, ke tempat saudara, atau tempat yang lain, sesampainya di rumah pasti dia akan menceritakan segala sesuatunya kembali. Dengan lafal bocahnya (caranya bercerita selalu lucu dengan ekspresi yang membikin gemes kami), dia ceritakan semua yang menarik perhatiannya. Termasuk saat kami (orang tuanya) pulang kerja dan capek, "dipaksa" untuk mendengarkan celoteh Nadia tentang kegiatannya seharian.
Mungkin bagi yang sudah pernah mempunyai anak kecil akan terasa menyejukkan hati kita sebagai orang tua, tetapi bagi anda yang belum pernah mengalami, mungkin hal tersebut menjemukan ...(mungkin lho)....
Kelucuan dan keluguan Nadia tersebut bagi kami sangat menghibur untuk menanggalkan kepenatan setelah seharian bekerja. Bahkan Ibunya Nadia sering lupa makan saat mendengar celoteh Nadia ini.
Sikap kita
Sikap kami sebagai orang tua atas fase pencerita ini adalah :
a. Mendengarkan dengan penuh perhatian
Di usia seumurnya (2-5 th), anak pasti butuh perhatian yang lebih, karena hubungan sosialnya masih berkisar di antara keluarga dan tentangga. Sehingga, kita sebagai orang tua wajib mendengarkan setiap detail ceritanya sebagai wujud perhatian kita.
b. Memberikan komentar
Selain mendengarkan, kita juga wajib memberikan komentar atas cerita tersebut, Di sini, si kecil akan merasa "diorangkan" karena ceritanya menjadi cerita dua arah. Sehingga terwujudlah komunikasi yang lancar.
c. Membiarkannya bercerita sesuai dengan imajinasinya
Keuntungan dari membiarkannya bercerita sesuai dengan imajinasinya adalah kita mendidik anak untuk bisa mengasah pikirannya untuk berinovasi dengan daya khayalnya. Seperti Nadia pernah menceritakan putri Salju, Badut ataupun hal lain yang mungkin terasa ganjil di waktu-waktu kita saat itu. Tetapi hendaklah kita tanggapi dengan bijak khayalannya tersebut untuk sekedar mengasah imajinasinya tersebut. Bukankah kemajuan teknologi sekarang ini tercapai karena dorongan imajinasi atau mimpi para ilmuwan terdahulu ?
Keuntungan dari Fase Pencerita
1. Penguasaan bahasa
Dengan bercerita, anak bisa kita arahkan untuk menguasai bahasa yang digunakan termasuk pada lafal, tata bahasa dan penggunaan kata dalam bercerita. Biarkan dia bercerita dengan bahasanya, kemudian sedikit demi sedikit kita berikan pengarahan untuk membetulkan tata bahasanya. Ini akan melatih penguasaan bahasanya.
2. Memperluas pandangan sosial anak
Dengan bercerita, kita memberikan kesempatan si kecil untuk memperluas pandangan sosialnya. Pasti dia bercerita atas dasar pengalaman yang telah diperolehnya, entah dari tetangga, teman, TV ataupun sumber-sumber yang lain. Dengan membiarkannya bercerita, maka kita telah memperluas pandangannya, bukan hanya di seputar rumahnya.
3. Menghilangkan sifat Introvet anak
Banyak anak yang bersifat introvet karena tidak diberikan kesempatan untuk bercerita di hadapan orang tuanya. Dengan membiarkannya bercerita, kita bangun kepercayaan dirinya untuk mengungkapkan semua hal yang ada di pikirannya, sehingga kecenderungan introvet si kecil bisa terkikis sedikit demi sedikit.
Mungkin masih banyak lagi keuntungan lain yang kita peroleh dari si kecil yang melalui fas pencerita ini. Jika anak anda pendiam, ada baiknya anda pancing untuk melakukan komunikasi dengan orang lain baik itu orang tua, pengasuh, tetangga ataupun yang lainnya. Semoga artikel ini berguna bagi kita semua.
Wassalam..
Wednesday, September 26, 2007
Ngerjain PR
Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Dear All,
Mungkin lama nggak ngeblog, makanya sedikit kuper ..... waktu ngebuka shoutbox terlihat ada comment dari Aura tentang PR yang harus dikerjakan..... pertama kalinya bingung ... PR apa ya... Kupikir adalah PR sekolah, soalnya Aura masih sekolah, ternyata bukan....he..he....
Pada waktu blog walking, ternyata demam bikin PR ini juga melanda seluruh sohib blogger lainnya... jadi begitu ya..... OK lah, biar bisa mendekatkan diri dengan para sahabat, akan saya ungkap 8 hal tentang saya :
1. Suka Touring
Baik dengan family maupun temen-temen. Dulu waktu kuliah juga pernah touring berempat keliling Jawa Tengah. Eh... waktu sudah berkeluarga, hobby ini masih berlanjut, lingkungan yang mendukung, soalnya bapak-bapak di tempatku sebaya semua yang kebetulan suka touring pakai motor. Karena itu kami membentuk EMC ... mungkin sudah banyak yang tahu....
2. Suka humor
Humor perlu kita lakukan untuk menghilangkan stress setelah bekerja atau sekolah seharian. Kita bukanlah robot yang hanya bekerja dan mencari uang. Asal humor yang dilakukan tidak humor yang kelewatan alias suka menyinggung teman.
3. Tidak begitu suka ngemall
Dulu pernah sering ngemall pada waktu masih kuliah, tetapi lama-lam kok bosen ya.. akhirnya sesekali saja. itu pun pada hari libur minggu atau kalau pas kepengin.
4. Suka bikin puisi
Itu dulu.... apalagi pada waktu pacaran (he..he...). Tahu-tahu kalimat yang mendayu-dayu membubung tinggi ke angkasa dari pikiran yang muter tidak karuan. Tangan mengambil pena dan mengguratkan tarian di atas kertas..... sayang sekarang sudah jarang.
5. Suka usil
Kalau sifat ini mungkin bawaan dari bayi. Soalnya di kantor kalau pas tidak banyak kerjaan juga suka ngerjain temen-temen.....
6. Suka organisasi
Ini hobby yang barusan saja. Pada waktu sekolah (SMP dan SMA) dulu, tidak pernah yang namanya ikut organisasi... orang ngomong di depang kelas saja lutut gemetaran, peluh membanjir dan tahu-tahu radang tenggorokan alias panas dingin. Tetapi begitu kuliah.... tahu-tahu keinginan tersebut muncul, bahkan pernah jadi Wakil Ketua Senat, pernah juga menjadi ketua RW periode tahun kemarin ...nah..lho... Padahal usiaku waktu itu paling muda di antara bapak-bapak yang lain. Aneh khan ?
7. Malas dengan segala hal yang rutin
Ini sifat yang paling ku benci. Padahal kalau bekerja atau sekolah, khan kita harus bergulat dengan rutinitas, makanya terkadang aku suka membikin terobosan (atau ulah ya ?) untuk nelakukan sesuatu yang ada di luar jalur.....
8. Suka Corat coret gambar kartun
Ini hobby sejak kecil, lagian sekarang juga didukung oleh Nadia yang selalu ingin dibuatkan gambar badut, burung,dll .....cuman nggak begitu bagus.
Mau mencari temen2 yang belum mendapat jatah pr kayaknya kok sudah semua, jadi ya terpaksa dipending aja...
Ini kutipan dari blognya Aura :
Jangan lupa tulis rules di bawah ini ya...
1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.
4. Don't forget to leave them a comment telling them they've been tagged and to read your blog.
Home works is done, now is your turn my buddies.
Thanks to Aura.... PR ku sudah dikerjakan.. silahkan beri penilaian....
Wassalam
Dear All,
Mungkin lama nggak ngeblog, makanya sedikit kuper ..... waktu ngebuka shoutbox terlihat ada comment dari Aura tentang PR yang harus dikerjakan..... pertama kalinya bingung ... PR apa ya... Kupikir adalah PR sekolah, soalnya Aura masih sekolah, ternyata bukan....he..he....
Pada waktu blog walking, ternyata demam bikin PR ini juga melanda seluruh sohib blogger lainnya... jadi begitu ya..... OK lah, biar bisa mendekatkan diri dengan para sahabat, akan saya ungkap 8 hal tentang saya :
1. Suka Touring
Baik dengan family maupun temen-temen. Dulu waktu kuliah juga pernah touring berempat keliling Jawa Tengah. Eh... waktu sudah berkeluarga, hobby ini masih berlanjut, lingkungan yang mendukung, soalnya bapak-bapak di tempatku sebaya semua yang kebetulan suka touring pakai motor. Karena itu kami membentuk EMC ... mungkin sudah banyak yang tahu....
2. Suka humor
Humor perlu kita lakukan untuk menghilangkan stress setelah bekerja atau sekolah seharian. Kita bukanlah robot yang hanya bekerja dan mencari uang. Asal humor yang dilakukan tidak humor yang kelewatan alias suka menyinggung teman.
3. Tidak begitu suka ngemall
Dulu pernah sering ngemall pada waktu masih kuliah, tetapi lama-lam kok bosen ya.. akhirnya sesekali saja. itu pun pada hari libur minggu atau kalau pas kepengin.
4. Suka bikin puisi
Itu dulu.... apalagi pada waktu pacaran (he..he...). Tahu-tahu kalimat yang mendayu-dayu membubung tinggi ke angkasa dari pikiran yang muter tidak karuan. Tangan mengambil pena dan mengguratkan tarian di atas kertas..... sayang sekarang sudah jarang.
5. Suka usil
Kalau sifat ini mungkin bawaan dari bayi. Soalnya di kantor kalau pas tidak banyak kerjaan juga suka ngerjain temen-temen.....
6. Suka organisasi
Ini hobby yang barusan saja. Pada waktu sekolah (SMP dan SMA) dulu, tidak pernah yang namanya ikut organisasi... orang ngomong di depang kelas saja lutut gemetaran, peluh membanjir dan tahu-tahu radang tenggorokan alias panas dingin. Tetapi begitu kuliah.... tahu-tahu keinginan tersebut muncul, bahkan pernah jadi Wakil Ketua Senat, pernah juga menjadi ketua RW periode tahun kemarin ...nah..lho... Padahal usiaku waktu itu paling muda di antara bapak-bapak yang lain. Aneh khan ?
7. Malas dengan segala hal yang rutin
Ini sifat yang paling ku benci. Padahal kalau bekerja atau sekolah, khan kita harus bergulat dengan rutinitas, makanya terkadang aku suka membikin terobosan (atau ulah ya ?) untuk nelakukan sesuatu yang ada di luar jalur.....
8. Suka Corat coret gambar kartun
Ini hobby sejak kecil, lagian sekarang juga didukung oleh Nadia yang selalu ingin dibuatkan gambar badut, burung,dll .....cuman nggak begitu bagus.
Mau mencari temen2 yang belum mendapat jatah pr kayaknya kok sudah semua, jadi ya terpaksa dipending aja...
Ini kutipan dari blognya Aura :
Jangan lupa tulis rules di bawah ini ya...
1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.
4. Don't forget to leave them a comment telling them they've been tagged and to read your blog.
Home works is done, now is your turn my buddies.
Thanks to Aura.... PR ku sudah dikerjakan.. silahkan beri penilaian....
Wassalam
Monday, September 24, 2007
Puasa ........
Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Dear All,
Lama sekali tidak posting nih.... Kangen juga rasanya. Rencana puasa posting yang satu minggu tertunda menjadi hampir 2 mingguan.... kasihan pada para sahabat blogger yang berkunjung....
Posting kali ini pun sempat bingung akan memasukkan ide apa ya di dalamnya.... mengingat ini masih bulan puasa, ada baiknya saya buka saja lembaran pengantar puasa bagi si kecil ....
Hukum Puasa
Puasa di bulan Romadhon kita banyak yang tahu wajib hukumnya bagi orang-orang yang beriman seperti yang sudah sering kita dengar di kultum dan khotbah (selalu di singgung di saat menjelang, menjalani bahkan akhir puasa) dari Surat Al Baqoroh : 183 bahwa kita (yang beriman) diwajibkan untuk berpuasa seperti para leluhur kita agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Saya tidak akan membahas tentang puasa dan korelasinya di sini dengan ayat tersebut (takut kalau salah...) tetapi lebih pada aplikasinya pada si kecil.
Pengertian bagi si Kecil
Sebagai muslim, kita wajib menanamkan sejak dini arti puasa, hukum dan manfaatnya bagi tubuh kita. Sudah banyak disinggung di berbagai artikel tentang manfaat puasa, dari segi kesehatan maupun manfaatnya untuk mengatur metabolisme tubuh. Tetapi pengertian ini akan menyulitkan pemahaman si kecil seandainya kita berikan pengertian layaknya anak yang sudah beranjak dewasa. Ada baiknya kita berikan bahwa puasa itu wajib dijalankan oleh kita atas perintah Allah SWT. Meskipun wajib, kita tidak boleh memaksanya untuk berpuasa dengan waktu yang seharusnya dilaksanakan. Berikan pengertian bahwa untuk anak kecil, puasa itu sekuatnya saja. Meskipun begitu, kita harus melatihnya untuk meningkatkan kualitas puasanya baik itu dari waktunya maupun pengekangan emosi (bukankah puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum ?)
Berlatih puasa
Nadia selalu ikut bangun pada waktu makan sahur, meskipun kompensasinya tidur paginya lebih panjang menjadi sekitar jam 10 baru bangun. Tanpa memaksanya dia selalu bangun untuk ikut bersahur. Mungkin latihan ini bisa membuatnya mengetahui waktu sahur dan berbuka.
Kita berikan contoh untuk melaksanakan puasa bagi si kecil dengan berpuasa secara komplet. Kita coba mengajaknya berpuasa dari subuh sampai jam 10, kemudian ditingkatkan lagi di hari berikutnya menjadi jam 11 dan seterusnya. Insya Allah dengan latihan tersebut anak kita akan terbiasa berpuasa jika dia sudah kuat puasa kelak.
Berusahalah mengerti
Jika anak kita berpuasa tetapi tidak sesuai dengan kehendak kita, jangan pernah memaksakannya. Cobalah untuk mengerti, mungkin saja dia terpengaruh teman-temannya atau juga memang tidak kuat. Galilah penyebab ketidak mampuannya berpuasa. Tetapi sesuai dengan perkembangan umurnya, saat dia sudah berumur 7 tahun, maka wajiblah dia untuk berpuasa secara lengkap seperti wajib pula bagi dia untuk melaksanakan sholat wajib.
Puasa berarti mengekang diri
Pengekangan diri adalah hal tersulit bagi kita untuk dilaksanakan. Bukan hanya untuk anak kecil, bahkan kita pun secara tidak sadar akan mungkin lepas kontrol, apalagi pada saat puasa. Saat perut lapar, haemoglobine turun, energi tubuh ditimbulkan oleh pembakaran sisa lemak tubuh, sehingga badan terasa lemah, panas dan mudah emosi, maka tidaklah heran jika kita mudah emosi. Di sinilah seni puasa tersebut. Jika kita berhasil mengendalikan emosi maka berarti kita telah lulus ujian selama satu kali. Cobalah memberikan penjelasan yang mudah pada si kecil untuk tidak cepat marah.
Hadiah
Mungkin hal terakhir ini perlu kita berikan pada si kecil agar dia mau berpuasa secara utuh. Dengan pemberian hadiah, mungkin dia akan terpacu untuk berpuasa. Bukankah kita sering melakukannya (membelikan dia baju baru saat lebaran tiba) ? Anggap saja hadiah tersebut hadiah Lebaran meskipun terkesan sebagai hadiah puasa.
Wah.. jadi panjang lebar ya postingan kali ini .... Semoga berguna bagi kita semua...
Wassalam....
Dear All,
Lama sekali tidak posting nih.... Kangen juga rasanya. Rencana puasa posting yang satu minggu tertunda menjadi hampir 2 mingguan.... kasihan pada para sahabat blogger yang berkunjung....
Posting kali ini pun sempat bingung akan memasukkan ide apa ya di dalamnya.... mengingat ini masih bulan puasa, ada baiknya saya buka saja lembaran pengantar puasa bagi si kecil ....
Hukum Puasa
Puasa di bulan Romadhon kita banyak yang tahu wajib hukumnya bagi orang-orang yang beriman seperti yang sudah sering kita dengar di kultum dan khotbah (selalu di singgung di saat menjelang, menjalani bahkan akhir puasa) dari Surat Al Baqoroh : 183 bahwa kita (yang beriman) diwajibkan untuk berpuasa seperti para leluhur kita agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Saya tidak akan membahas tentang puasa dan korelasinya di sini dengan ayat tersebut (takut kalau salah...) tetapi lebih pada aplikasinya pada si kecil.
Pengertian bagi si Kecil
Sebagai muslim, kita wajib menanamkan sejak dini arti puasa, hukum dan manfaatnya bagi tubuh kita. Sudah banyak disinggung di berbagai artikel tentang manfaat puasa, dari segi kesehatan maupun manfaatnya untuk mengatur metabolisme tubuh. Tetapi pengertian ini akan menyulitkan pemahaman si kecil seandainya kita berikan pengertian layaknya anak yang sudah beranjak dewasa. Ada baiknya kita berikan bahwa puasa itu wajib dijalankan oleh kita atas perintah Allah SWT. Meskipun wajib, kita tidak boleh memaksanya untuk berpuasa dengan waktu yang seharusnya dilaksanakan. Berikan pengertian bahwa untuk anak kecil, puasa itu sekuatnya saja. Meskipun begitu, kita harus melatihnya untuk meningkatkan kualitas puasanya baik itu dari waktunya maupun pengekangan emosi (bukankah puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum ?)
Berlatih puasa
Nadia selalu ikut bangun pada waktu makan sahur, meskipun kompensasinya tidur paginya lebih panjang menjadi sekitar jam 10 baru bangun. Tanpa memaksanya dia selalu bangun untuk ikut bersahur. Mungkin latihan ini bisa membuatnya mengetahui waktu sahur dan berbuka.
Kita berikan contoh untuk melaksanakan puasa bagi si kecil dengan berpuasa secara komplet. Kita coba mengajaknya berpuasa dari subuh sampai jam 10, kemudian ditingkatkan lagi di hari berikutnya menjadi jam 11 dan seterusnya. Insya Allah dengan latihan tersebut anak kita akan terbiasa berpuasa jika dia sudah kuat puasa kelak.
Berusahalah mengerti
Jika anak kita berpuasa tetapi tidak sesuai dengan kehendak kita, jangan pernah memaksakannya. Cobalah untuk mengerti, mungkin saja dia terpengaruh teman-temannya atau juga memang tidak kuat. Galilah penyebab ketidak mampuannya berpuasa. Tetapi sesuai dengan perkembangan umurnya, saat dia sudah berumur 7 tahun, maka wajiblah dia untuk berpuasa secara lengkap seperti wajib pula bagi dia untuk melaksanakan sholat wajib.
Puasa berarti mengekang diri
Pengekangan diri adalah hal tersulit bagi kita untuk dilaksanakan. Bukan hanya untuk anak kecil, bahkan kita pun secara tidak sadar akan mungkin lepas kontrol, apalagi pada saat puasa. Saat perut lapar, haemoglobine turun, energi tubuh ditimbulkan oleh pembakaran sisa lemak tubuh, sehingga badan terasa lemah, panas dan mudah emosi, maka tidaklah heran jika kita mudah emosi. Di sinilah seni puasa tersebut. Jika kita berhasil mengendalikan emosi maka berarti kita telah lulus ujian selama satu kali. Cobalah memberikan penjelasan yang mudah pada si kecil untuk tidak cepat marah.
Hadiah
Mungkin hal terakhir ini perlu kita berikan pada si kecil agar dia mau berpuasa secara utuh. Dengan pemberian hadiah, mungkin dia akan terpacu untuk berpuasa. Bukankah kita sering melakukannya (membelikan dia baju baru saat lebaran tiba) ? Anggap saja hadiah tersebut hadiah Lebaran meskipun terkesan sebagai hadiah puasa.
Wah.. jadi panjang lebar ya postingan kali ini .... Semoga berguna bagi kita semua...
Wassalam....
Tuesday, September 11, 2007
Puasa 1 minggu
Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Dear All,
Postingan kali ini bukan ada hubungannya dengan bulan Romadhon, tetapi memang karena keadaan harus puasa ..... ngeblog..... selama 1 minggu. Ada pekerjaan yang menumpuk yang tidak bisa ditinggalkan untuk sekedar update posting. Mohon maaf sekiranya para pembaca sedikit kecewa karena belum menemukan postingan yang baru.
Kedua kalinya kami ucapkan banyak terima kasih kepada para sahabat yang berkenan mengunjungi blog ini. Kami berjanji pada saat pekerjaan yang menyita waktu tersebut selesai, pasti akan kami kunjungi balik.
Please kindly leave your message into our shoutbox, so when I already had time will keep blogging to join with you again.
Mumpung masih awal puasa ada baiknya saya ucapkan Allahumma Baarik Lana Fii Rajab, Wa Sya'ban Wa Ballighna Syahra Ramadhan, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Yaa Kariim .Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua, Amin. Marhaban ya Ramadhan, selamat menunaikan puasa bagi yang menjalankan dan Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang kami perbuat pada sahabat selama ini.
Wassalam...
Dear All,
Postingan kali ini bukan ada hubungannya dengan bulan Romadhon, tetapi memang karena keadaan harus puasa ..... ngeblog..... selama 1 minggu. Ada pekerjaan yang menumpuk yang tidak bisa ditinggalkan untuk sekedar update posting. Mohon maaf sekiranya para pembaca sedikit kecewa karena belum menemukan postingan yang baru.
Kedua kalinya kami ucapkan banyak terima kasih kepada para sahabat yang berkenan mengunjungi blog ini. Kami berjanji pada saat pekerjaan yang menyita waktu tersebut selesai, pasti akan kami kunjungi balik.
Please kindly leave your message into our shoutbox, so when I already had time will keep blogging to join with you again.
Mumpung masih awal puasa ada baiknya saya ucapkan Allahumma Baarik Lana Fii Rajab, Wa Sya'ban Wa Ballighna Syahra Ramadhan, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Yaa Kariim .Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua, Amin. Marhaban ya Ramadhan, selamat menunaikan puasa bagi yang menjalankan dan Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang kami perbuat pada sahabat selama ini.
Wassalam...
Tuesday, September 4, 2007
Maafkan saya..........

Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Dear All,
Mumpung masih belum banyak pekerjaan, saya mau posting untuk satu hal yang penting bagi perkembangan sosial anak kita... yang mungkin terkadang tidak kita sadari... yaitu kata MAAF.
Untuk kata yang satu ini, kalau kita mau jujur, mungkin sangat tabu untuk diucapkan, apalagi kata jujur itu sendiri. Saya mempunyai banyak teman dari Jerman yang terbiasa dengan kultur Eropa yang kental, mereka banyak berbicara terus terang.... kalau A dia akan berkata A. Dan jika dia melakukan kesalahan, dia akan segera minta maaf... ini sekedar intermezo saja bahwa kita yang hidup dengan budaya timur... terus terang mungkin agak sungkan untuk meminta maaf...... kecuali kalau lebaran.....he..he....
Kembali ke si Kecil. Kita wajib mengarahkan si kecil untuk meminta maaf secepatnya saat dia melakukan kesalahan. Dengan catatan, dia benar-benar melakukannya. Seandainya ada sebab lain yang mendorongnya, kita harus mencari tahu.... apa penyebabnya. Misalnya dia bertengkar dengan temannya (temannya yang memulai) dan si Kecil membalas, bisa kita katakan bahwa itu sudah adil, fair... meskipun tetap harus saling meminta maaf. Hal ini kita tanamkan sejak kecil agar si Kecil tidak terlalu "tenggelam" dalam rasa bersalahnya. Jika si Kecil termasuk kategori introvet, maka akan lebih sulit lagi penanganannya. Dia akan merasa tidak pernah melakukan hal-hal yang benar sehingga akan lebih cenderung hidup sendiri dalam dunianya. Kita harus menjelaskan bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kekeliruan, meskipun itu orang tua sekalipun, sehingga kesalahan bukanlah sesuatu yang buruk, justru akan menjadi pendorong kita untuk bisa maju. Ingat Thomas Alva Edison yang dianggap bodoh di kelasnya dan selalu gagal dalam percobaannya ternyata akhirnya banyak menemukan hal-hal yang berguna bagi orang lain... terutama penemuan bolam listriknya yang masih kita pakai sekarang ini.
Cara menjelaskan pada anak tentang kata Maaf
- Kita arahkan si Kecil untuk meminta maaf dengan lemah lembut, bukan dengan menyuruhnya. Kata kata yang lemah lembut akan mengurangi ego si Kecil dalam bertindak.
- Kita berikan contoh pada si Kecil untuk meminta maaf. Mungkin kita pernah melakukan kesalahan, misalnya karena harus bekerja dan pulang terlambat padahal sudah janji pada si Kecil untuk pergi atau urusan yang lain, mulailah untuk minta maaf padanya. Dengan memberi contoh, maka dia akan tahu bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan dan harus menebusnya dengan meminta maaf.
- Biasakan diri dan si Kecil untuk selalu melakukannya (meminta maaf) di saat kita melakukan kesalahan.
Manfaat
- Dengan meminta maaf, kita sudah mengurangi ego si Kecil akan kesalahan yang diperbuatnya. Dia akan tumbuh menjadi seorang yang peduli pada lingkungannya dan pandai menganalisa. Selain itu, pikirannya juga akan peka pada masalah di lingkungannya.
- Proses analisa si Kecil akan berkembang. Dia akan pandai memisahkan hal-hal yang baik dan buruk. Selain itu, latihlah si Kecil untuk berpikir dahulu benar tidaknya sesuatu sebelum melakukannya. Dia akan terlatih untuk instropeksi diri saat melakukan kesalahan, dan tidak mengulanginya di kesempatan lain.
- Si Kecil akan berpikir bahwa sesuatu itu tidak ada yang sempurna, apapun itu. Dengan berpikiran realistis tersebut, dia akan melakukan sesuatu dengan analisa yang kuat dan menjunjung tinggi sportivitas. Dia akan mampu menyadari bahwa semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dia akan mampu menghargai dirinya sendiri dan orang lain. Ini adalah bekal utama bagi si Kecil untuk bisa bergabung dengan lingkungannya kelak.
- Menjadikan si Kecil sebagai seorang Pemaaf bukan Pendendam. Bukankah Rasulullah SAW mengajarkan pada kita untuk menjadi seorang pemaaf, meskipun pada musuh sekalipun ? Rasulullah SAW pernah ditimpuk batu dan diludahi oleh tetangganya pada saat melewati rumah tetangganya tersebut. Saat lewat lagi dan tidak ada orang yang meludahinya, Rasulullah SAW heran dan menanyakan ke mana si peludah tersebut. Saat beliau tahu bahwa orang tersebut sakit, maka Rasulullah menengoknya. Subhanallah....
Wassalam
Source : Nakita
Subscribe to:
Posts (Atom)